Skip to content
Pondok Pesantren Al-Khoirot

Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Pondok pesantren di Malang terbaik Nasional versi Antaranews. Tahfidz Quran, Kitab kuning, formal, biaya murah. Arab, Inggris. Sistem salaf-modern.

  • Home
  • PSB 2025-2026
  • Perihal
    • About Pesantren
    • Profil Pengasuh
    • Pondok Putri
    • Sistem dan Program
    • Daftar & Biaya
    • Akidah Pesantren Al-Khoirot
    • Visi Misi
    • Sejarah
    • Foto Galeri Pesantren
    • Q & A
    • Pengurus
    • Tata Tertib
  • Konsultasi
    • Konsultasi LIVE (Langsung Dijawab)
    • Islamiy.com | Tanya Islam
    • Konsultasi Agama
  • Program
    • RA TK
    • MTs (SMP)
    • MA (SMA)
    • Madin (Diniyah)
    • Ma’had Aly
    • Kitab Kuning (bahasa Arab Klasik)
    • Tahfiz Al Quran
    • Al-Miftah Sidogiri
    • Universitas Terbuka
    • Santri Dewasa
    • Santri Kilat
    • Bahasa Arab Modern
  • Al-Quran
  • Buku
  • Toggle search form

Sikap Santri pada Putra Kyai

Posted on 31/05/202202/06/2022 By Admin Pondok

Sikap Santri pada Putra Kyai

Pemanjaan anak kyai oleh santrinya tanpa disadari telah membantu menciptakan karakter anak manja dan feodalistik pada si anak. Apalagi kalau ditambah dg pemanjaan oleh orangtuanya. Sebaik apapun karakter asal si anak, perlakuan ini akan mempengaruhinya sedikit atau banyak. Ciri karakter feodal antara lain: cinta pujian, sulit menerima kritik, merasa paling benar, sombong, sulit untuk menerima instruksi dari siapapun termasuk dari orangtuanya. Sebabnya: karena ia selalu merasa berada di posisi teratas dalam hirarki sosial. Ia merasa jadi raja, atau minimal jadi pangeran. Ia merasa berhak untuk memerintah, bukan diperintah.

Baca juga: Pesan Pengasuh

Oleh karena itu, santri sebaiknya bersikap proporsional pada anak kyai. Yaitu, diapresiasi apabila berbuat baik dan dikritik apabila melakukan kesalahan. Minimal tidak dipuji saat salah. Penghormatan pada anak kyai harus didasarkan pada kemaslahatan jangka panjang si anak.

Solusinya bagi anak kyai yg terlanjur menghadapi masalah ini adalah dengan menciptakan “interaksi sosial yang normal” dengan cara: belajar atau mondok yang jauh di tempat di mana tidak ada orang yang tahu bahwa dia adalah anak kyai. Dan dia harus merahasiakan identitasnya sebagai keluarga kyai. Sehingga dia dapat berinteraksi sosial secara bebas dan dapat menyadari kekurangan dan kelebihannya secara alami dan belajar dari situ.

Pelajaran terpenting yg bisa didapat dari kondisi “interaksi normal” ini adalah bahwa apresiasi atau pujian dari orang lain itu harus diusahakan. Tidak gratis. Dengan cara berakhlak mulia pada sesama dan menggapai prestasi akademis semaksimal mungkin.

Karakter yg baik dan kuat sama pentingnya dg kedalaman ilmu.

***

Untuk kalangan muslim “priyayi”, anak harus diberi pemahaman dan pembiasaan bahwa kemuliaan dan penghargaan orang padanya itu tidak gratis. Itu harus dicari dan diperjuangkan (dengan pendidikan tinggi, pengabdian dan akhlak mulia). Salah besar orang tua yang mendoktrin anaknya dengan keyakinan bahwa dia keturunan orang mulia sejak lahir. Doktrin seperti itu seperti gol bunuh diri berkali-kali. Si anak akan bermental delusional, penuh khayal dan sakit psikologisnya.

Sama besarnya kesalahan sebagian orang dari kalangan “non-priyayi” yang mengira nasib mereka akan terus berada di bawah walau setinggi apapun pendidikan, pengabdian dan ketinggian akhlaknya.
Bacaan lanjutan: Pendidikan anak kyai (2)

***

Kalau ada anak kyai bandel, itu kesalahan siapa? ada tiga kemungkinan: a) salah santrinya dan orangtuanya yg terlalu memanjakannya; b) salah santrinya yg terlalu memanjakannya, walaupun orangtuanya tidak memanjakannya. c) salah orangtuanya yang walaupun tidak memanjakannya tapi juga kurang memperhatikan/kurang maksimal dalam memberikan pendidikan karakter padanya.

Baca artikel ini: Pendidikan Anak Kyai (1)

***

Tanda kemunduran suatu kelompok adalah ketika mereka merasa mulia sejak lahir tanpa harus berusaha mencapai kemuliaan itu dengan pendidikan yang tinggi, pengabdian pada masyarakat yang nyata dan memuliakan sesama manusia apapun latarbelakangnya.

Artikel Tags:Pesan Pengasuh

Navigasi pos

Previous Post: Pesan Pengasuh pada Santri Al-Khoirot
Next Post: Penghargaan untuk Santri Al-Khoirot

More Related Articles

Bahasa Arab Amiyah Bahasa Arab Amiyah Artikel
Cara cepat menghafal Al Quran 6 Cara Mudah Menghafal Al-Quran Artikel
Bany Itsbat (Bani Isbat) Bany Itsbat (Bani Isbat) Artikel
terjemah jawahirul kalamiyah Terjemah Jawahirul Kalamiyah Artikel
Najis yang dimaafkan Najis yang Dimaafkan Artikel
Cara Infaq ke Pondok Pesantren Cara Infaq ke Pondok Pesantren Artikel

Info Terbaru

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak
  • Kalender Pondok Pesantren Al-Khoirot 2026
  • Pondok Pesantren Kilat Mei 2026

Trending

Info Terkini

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak

Kosultasi Agama

  • Manipulasi Sumber Rujukan Habib Zein bin Sumait (Smith)
  • Imam Mahdi menurut Hadits, Pandangan Ulama Aswaja dan Syiah
  • Hukum Muamalah (Transaksi Bisnis) dengan Kafir Harbi
  • Hukum Melempar Jumrah Hari Tasyrik di Pagi Hari Sebelum Tergelincir Matahari
  • Y-DNA Nabi Muhammad SAW Dan Konsekwensi Aqidah Umat Islam Jika Akui Baalwi Sebagai Keturunan Nabi Jalur Paternal

Program

  • Tahfizh Al-Quran
  • Sistem Pendidikan
  • Madrasah Diniyah
  • Akidah Pesantren

RSS islamiy.com

  • Walisongo Bukan Ba’alwi menurut Manuskrip Abad 15-16
  • Kisah Ahistoris Heroisme Baalwi ala Riziq Syihab
  • Riziq Syihab 100% Bukan Keturunan Nabi
  • Daftar Nama Ulama yang Gagal Membantah Batalnya Nasab Habaib
  • Kitab Sullamut Taufiq Karya Siapa?

Copyright © 2026 Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Powered by PressBook Green WordPress theme