Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang adalah pesantren yang paling aman dan ramah anak di Indonesia. Terutama aman dari dua hal penting: a) aman dari pelecehan seksual; dan b) aman dari perundungan atau bullying.
Daftar Isi
Pesantren Aman Pelecehan Seksual
Amannya pondok pesantren Al-Khoirot dari pelecehan seksual karena faktor yang sederhana yaitu pemisahan total laki-laki dan perempuan, antara santri putra dan santri putri (santriwati), antara tenaga pengajar laki-laki dan perempuan, meliputi hal-hal berikut:
- Santri putra dan santri putri (santriwati) berada di tempat terpisah dalam semua kegiatan sehari-hari. Meliputi tempat belajar pendidikan formal, tempat belajar madrasah diniyah, tempat belajar tahfidz al-Quran, tahsin al-Quran, pengajian kitab kuning, lembaga bahasa Arab, dll.
- Guru laki-laki pada lembaga pendidikan formal (MTS/SMP, MA/SMA) hanya mengajar siswa putra, guru perempuan hanya mengajar siswa putri (siswi) .
- Ustadz laki-laki di pendidikan madrasah diniyah putra hanya mengajar santri putra, ustadzah perempuan hanya mengajar santri putri (santriwati).
- Ustadz laki-laki di program Tahfidz al-Quran hanya mengajar santri putra, ustadzah perempuan hanya mengajar santri putri (santriwati).
- Muallim (guru) Tahsin al-Quran laki-laki hanya mengajar santri putra, ustadzah perempuan hanya mengajar santri putri (santriwati).
- Ibu Nyai perempuan, pengasuh pondok putri, hanya mengajar santri putri. Tidak mengajar santri putra.
- Kyai, pengasuh pondok putra-putri, mengadakan pengajian kitab kuning yang diikuti santri putra dan putri, akan tetapi untuk santri putra secara langsung berhadapan di dalam masjid putra; sedangkan santri putri ikut pengajian kitab kyai tapi di tempat yang berbeda yaitu di Musholla putri melalui siaran Livestreaming (layar LED).
Dengan demikian, maka:
- Potensi terjadinya pelecehan seksual oleh kyai kepada santri putri adalah NOL.
- Potensi terjadinya pelecehan seksual oleh guru laki-laki pada murid putri adalah NOL.
- Potensi terjadinya pelecehan seksual oleh ustadz laki-laki pada santri putri adalah NOL.
Demikian juga,
- Potensi terjadinya hubungan perselingkuhan antara guru laki-laki dengan guru perempuan juga NOL.
- Potensi terjadinya hubungan terlarang antara ustadz laki-laki dan ustadzah perempuan juga NOL.
- Potensi terjadinya hubungan terlarang antara ustadz dengan murid putri atau antara ustadzah dengan murid putra juga NOL. Maka, berkarir dan mengabdi di Al-Khoirot sebagai tenaga pengajar adalah pengabdian yang aman dan tidak membuat khawatir keluarga di rumah.
Pesantren Aman Pelecehan Bullying atau Perundungan
Bullying atau perundungan dari yang kuat pada yang lemah mungkin saja terjadi. Akan tetapi Al-Khoirot memiliki kebijakan dan aturan yang sangat ketat, meliputi:
- Larangan keras perilaku bullying / perundungan dalam kondisi apapun, oleh siapapun. Baik oleh sesama santri atau sesama murid. Dari santri senior ke santri yunior atau sebaliknya: dari santri yunior ke santri senior atau dari yang lebih kuat pada yang lemah.
- Larangan keras perilaku bullying / perundungan dari ustadz pada santri.
- Larangan keras perilaku bullying / perundungan dari ustadz pada murid.
Pelanggaran pada aturan di atas akan dikenakan hukuman disiplin keras mulai dari pemecatan/skorsing dari pekerjaan apabila dilakukan guru atau ustadz sampai pada SP2 (peringatan keras) sampai SP3 (pemulangan dengan tidak hormat) apabila dilakukan oleh sesama santri.