Skip to content
Pondok Pesantren Al-Khoirot

Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Pondok pesantren di Malang terbaik Nasional versi Antaranews. Tahfidz Quran, Kitab kuning, formal, biaya murah. Arab, Inggris. Sistem salaf-modern.

  • Home
  • PSB 2025-2026
  • Perihal
    • About Pesantren
    • Profil Pengasuh
    • Pondok Putri
    • Sistem dan Program
    • Daftar & Biaya
    • Akidah Pesantren Al-Khoirot
    • Visi Misi
    • Sejarah
    • Foto Galeri Pesantren
    • Q & A
    • Pengurus
    • Tata Tertib
  • Konsultasi
    • Konsultasi LIVE (Langsung Dijawab)
    • Islamiy.com | Tanya Islam
    • Konsultasi Agama
  • Program
    • RA TK
    • MTs (SMP)
    • MA (SMA)
    • Madin (Diniyah)
    • Ma’had Aly
    • Kitab Kuning (bahasa Arab Klasik)
    • Tahfiz Al Quran
    • Al-Miftah Sidogiri
    • Universitas Terbuka
    • Santri Dewasa
    • Santri Kilat
    • Bahasa Arab Modern
  • Al-Quran
  • Buku
  • Toggle search form
Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Wahabi

Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Wahabi

Posted on 05/01/202605/01/2026 By Admin Pondok 179 Komentar pada Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Wahabi

Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Wahabi. Apakah tipe pesantren yang Anda cari: modern, salaf, atau salafi wahabi?

Ponpes atau pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang bersistem asrama (Jawa: pondok; Inggris: boarding school). Di mana santri (pelajar, peserta didik, siswa, murid) tinggal di dalam asrama (hostel) selama masa belajar tanpa diijinkan untuk pulang ke rumahnya kecuali saat musim libur.

DAFTAR ISI

  1. PESANTREN SALAF
    1. Pengertian kata Salaf
    2. Kata Salaf dalam istilah Pesantren
    3. Metode Belajar Mengajar
    4. Ciri Khas Kultural dan Administratif
    5. Ciri Khas Kualitas Keilmuan
    6. Daftar Ponpes Salaf Murni
    7. Daftar Pesantren Salaf Modern
  2. PONDOK MODERN
    1. Metode Belajar Mengajar
    2. Ciri Khas Kultural dan Administratif
    3. Kualitas Keilmuan
  3. PESANTREN SALAFI WAHABI
    1. Akidah dan Ciri Khas Pesantren Salafi Wahabi
    2. Sistem dan Metode Pendidikan
  4. Daftar Pesantren Salafi Wahabi

PESANTREN SALAF DAN MODERN SECARA UMUM

Pendidikan pesantren berlangsung 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selain pendidikan khas pesantren, di dalamnya terdapat berbagai lembaga pendidikan yang sama seperti lembaga pendidikan di luar pesantren. Seperti, pendidikan formal TPQ, TK, SD/MI, SMP/MTS, MA/SMA/SMK, dan perguruan tinggi/universitas. Di samping madrasah diniyah tentunya yang memang menjadi ciri khas sebuah pesantren, khususnya yang bersistem salaf.

Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) adalah kombinasi antara pondok modern dan pesantren salaf. Apa maksudnya? Secara sederhana definisi pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang menganut sistem tradisional di mana di dalamnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan sama sekali tidak mengajarkan ilmu umum.

Sedangkan pondok modern adalah pesantren yang di dalamnya menganut sistem pendidikan yang diadopsi dari sistem pendidikan modern dan materi yang dipelajari merupakan kombinasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Ciri khas pondok modern adalah penekanannya pada kemampuan berbahasa asing secara lisan sedangkan keunikan pesantren salaf adalah lebih menekankan pada kemampuan penguasaan kitab kuning. Contoh pesantren salaf yang murni adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Sedangkan contoh pondok modern adalah Pondok Modern Gontor.

PESANTREN SALAF

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama aAda beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda. Harap dibedakan antara pesantren salaf sebagai sebuah sistem penditikan dengan aliran salafi wahabi.


Pengertian kata Salaf 

(a) Salaf dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلُفٌ) dan suluf (سُلُوفٌ) bermakna kulit yang belum disamak atau samaknya tidak dianggap sah. Salaf bisa juga berarti wadah yang besar.

(b) Salif (سَلِف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ) bermakna kulit; ipar; yang lalu; sedikit; perbandingan;

(c) Salaf (سَلَف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ), sallaf (سُلاَّفٌ), suluf ( سُلُف ) bermakna setiap pendahulu yakni ayah, kakek, nenek moyang dan kerabat dalam segi usia dan keutamaan.

(d) Salaf adalah setiap amal saleh yang dilakukan di masa lalu; atau apa yang telah lalu dari harga barang yang dijual. Dalam jual beli atau muamalah salaf berarti hutang yang tidak ada manfaatnya pada muqradh fih

(e) Salaf soleh adalah ayah, kakek, nenek moyang yang dihormati.
(f) Salaf kholaf adalah generasi masa kini dan masa lalu.
(g) Madzhab Salaf adalah madzhabnya kalangan ulama terdahulu.


Kata Salaf dalam istilah Pesantren Salaf

Kata salaf dalam pengeritan pesantren di Indonesia dapat dipahami dalam makna literal dan sekaligus terminologis khas Indonesia. Secara literal, kata salaf dalam istilah pesantren adalah kuno, klasik dan tradisional sebagai kebalikan dari pondok modern, kholaf.atau ashriyah.

Secara terminologi sosiologis, pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama saja kepada para santri.  Atau, kalau ada ilmu umum, maka itu diajarkan dalam porsi yang sangat sedikit. Umumnya, ilmu agama yang diajarkan meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain.  Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turots.


Metode Belajar Mengajar di Pesantren Salaf

Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal. Metode sorogan adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem weton adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut. Metode sorogan dan wethonan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini.

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.


Ciri Khas Kultural  dan Administratif Pesantren Salaf

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf yang tidak terdapat dalam pondok modern antara lain:

  1. Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  2. Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada yuniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dll.
  3. Dalam keseharian memakai sarung.
  4. Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan ciri khas  seperti fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid Asy’ariyah Maturidiyah, tarawih 20 rakaat plus 3 rokaat witir pada bulan Ramadan, baca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj.
  5. Sistem penerimaan tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
  6. Biaya masuk pesantren salaf umumnya jauh lebih murah dan itdak ada daftar ulang setiap tahunnya.
  7. Infrastruktur lebih sederhana.

Ciri Khas Kualitas Keilmuan

Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

  1. Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.
  2. Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fikih madzhab Syafi’i.
  3. Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.


DAFTAR PESANTREN SALAF MURNI

Yang dimaksud ponpes salaf murni adalah pesantren yang kurikulumnya murni mengajarkan bidang studi ilmu agama saja baik melalui sistem madrasah diniyah maupun pengajian sorogan, wetonan dan bandongan. Di ponpes salaf murni tidak ada pendidikan formalnya. Santri juga tidak boleh sekolah formal di luar pesantren namun dibolehkan mengikuti program WAJAR DIKDAS (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) sistem Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SLTP) dan Paket C (setara SLTA). Pesantren salaf murni, disebut juga dengan salafiyah, memang bertujuan untuk mencetak ulama ahli agama. Saat ini, pesantren salaf murni tidak banyak. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ponpes Sidogiri Pasuruan, Jatim
  2. Ponpes Langitan Tuban, Jatim
  3. Ponpes Lirboyo Kediri, Jatim
  4. Ponpes Ploso, Kediri
  5. PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jateng.
  6. PP MIS, Sarang, Rembang.
  7. PP MUS, Sarang, Rembang.
  8. Pesantren Cidahu, Pandeglang, Banten
  9. Pesantren Putri Salafiyah, Bangil, Jatim

Silahkan tambahkan di kotak komentar apabila ada ponpes salaf murni yang belum masuk daftar di atas.


DAFTAR PESANTREN KOMBINASI SALAF DAN MODERN

Saat ini, umumnya pesantren yang dulunya salaf murni sudah beradaptasi dan mengkombinasikannya dengan sistem modern dalam arti ada pendidikan formal dan sistem pembelajaran bahasa Arab atau Inggris aktif di samping pendidikan kitab kuning. Beberapa pesantren kominasi ini ada yang berhasil tetap mempertahankan sistem salafnya yakni kemampuan membaca kitab kuning, namun tidak sedikit yang kalah sama sistem modernnya di mana santri hanya bisa berbicara bahasa Arab, tapi kesulitan memahami kitab gundul. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pesantren Al-Khoirot Malang, Jatim
  2. Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim
  3. Pesantren Bata-bata Pamekasan, Madura
  4. Pesantren Salafiyah Sukorejo, Situbondo
  5. Pesantren Krapyak, Yogyakarta
  6. Pesantren Buntet, Cirebon
  7. Pesantren Purba, Sumatera Utara
  8. Pesantren Al-Khairaat, Sulawesi.

Silahkan tambahkan di kotak komentar apabila ada ponpes kombinasi salaf modern dan berhasil mempertahankan tradisi kitab kuningnya yang belum masuk daftar di atas.


PONDOK MODERN

Pondok modern adalah anti-tesa dari pesantren salaf. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf atau ashriyah (modern) sebagai kebalikan dari salaf


Metode Belajar Mengajar di Pondok Modern

Umumnya memakai ssitem klasikal.

  1. Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.
  2. Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.
  3. Penguasaan kitab kuning kurang.
  4. Sebagian memakai kurikulum sendiri  seperti Gontor. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.


Ciri Khas Kultural dan Administratif

  1. Lebih disiplin dan lebih agresif.
  2. Mirip dengan sistem militer, santri senior mendominasi. Kekerasan menjadi budaya dalam memberi sanksi pada santri yunior.
  3. Sopan santun agak kurang setidaknya menurut standar pesantren salaf.
  4. Pendaftaran dengan sistem seleksi sehingga tidak semua calon santri diterima.
  5. Biaya masuk umumnya lebih tinggi dari pesantren salaf.
  6. Ada daftar ulang setiap tahun layaknya sistem administrasi di sekolah.
  7. Secara finansial lebih tercukupi karena biaya relatif tinggi dibanding salaf.


Kualitas Keilmuan

  1. Pintar berbahasa Arab percakapan tapi kurang dalam kemampuan penguasaan literatur kitab kuning karya para ulama salaf.
  2. Kemampuan membaca kitab gundul kurang.
  3. Kemampuan memahami Al-Quran dan tafsirnya kurang.
  4. Kemampuan dan pengetahuan tentang hadis dan ilmu hadis kurang.
  5. Kemampuan dalam ilmu fikih dan ushul fiqih sangat kurang.
  6. Kemampuan ilmu gramatika Bahasa Arab seperti Nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, kurang.

PONPES SALAFI WAHABI (SAWAH)

Ciri khas yang paling mudah diketahui dari ponpes Wahabi adalah: tidak ada qunut saat shalat subuh[1] dan tidak ada tahlilan pada malam Jumat[2] serta tidak ada materi pelajaran tasawuf dan tauhid Asy’ariyah atau Maturidiyah.[3]

Istilah Salafi ada dua macam. Pertama, Salafi sebagai sinonim dari salaf atau salafiyah. Sebagian pesantren NU juga memakai istilah Salafi.

Kedua, salafi sebagai gerakan yang dikampanyekan oleh kelompok Islam radikal yang bernama gerakan Wahabi. Pesantren Salafi dengan makna kedua ini berbeda jauh dengan pesantren salaf (tanpa ‘i’) atau salafiyah.

Keduanya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi. Pesantren Wahabi Salafi adalah pesantren yang akidahnya menganut idelogi Wahabi Arab Saudi yang radikal. Akan tetapi mereka lebih suka menyebut dirinya dengan Pesantren Salafi, bukan Pesantren Wahabi. Atau, Salafi Wahabi. Itulah sebabnya banyak kalangan muslim NU (Nahdlatul Ulama) yang merasa tertipu ketika masuk ponpes Wahabi Salafi yang dikira berfaham salaf atau salafiyah tapi ternyata berfaham Wahabi.

Kalau pesantren salaf lebih terkait dengan metode pendidikan yang berada di sebuah pesantren, sedangkan Pesantren Salafi lebih bermakna sebuah pesantren yang berideologi Wahabi atau Wahabi Salafi.

[1] Masalah qunut adalah masalah khilafiyah dalam madzhab empat. Akan tetapi, dalam konteks Indonesia yang tidak berqunut hanyalah kalangan Wahabi Salafi dan ormas variannya yang ikut mazhab Hanbali. Kajian lebih mendalam soal sunnahnya shalat lihat: Sunan Ash-Shalah ala Mazahibil Arba’ah

[2] Tahlil adalah tradisi tiap malam Jumat yang biasa dilakukan kalangan Aswaja An-Nahdiyah. Yang tidak melakukan ini bahkan mengecamnya adalah kalangan Wahabi dan/atau ormas yang berafiliasi dengannya. Hukum tahlilan, lihat di sini.

[3] Tentang tasawuf lihat di sini. Asy’ariyah lihat di sini.

Akidah dan Ciri Khas Ponpes Salafi Wahabi

Akidah pesantren Salafi Wahabi sama dengan akidah gerakan Wahabi itu sendiri yang ciri khasnya sebagai berikut:

  1. Doktrin tauhid sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi yang mengambil inspirasi dari Ibnu Taimiyah. Salah satu ciri khasnya adalah pembagian tauhid menjadi tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid al-asma was shifat.

Baca detail: Wahabi, Hizbut Tahrir dan Syiah


Sistem dan Metode Pendidikan

Sistem pendidikan yang dianut pada pesantren Salafi umumnya sistem modern dalam arti memberlakukan pendidikan formal dari Playgroup, TK sampai perguruan tinggi. Walaupun ada juga program Tahfidz Al-Quran di sebagian pesantren salafi seperti Al-Bukhori Solo.

Daftar Pesantren Salafi Wahabi

Berikut beberapa Pesantren Wahabi. Silahkan tambahkan daftar ini di kotak komentar apabila terdapat ponpes Salafi di tempat Anda.

Tujuan membuat daftar pesantren Wahabi ini ada dua: (a) Agar kaum Wahabi tidak kerepotan dalam mencari pesantren untuk anak-anak mereka; (b) agar wali santri kalangan NU tahu dan tidak terjerumus atau terperangkap masuk ke dalam pesantren mereka. Kasihan kalau sudah bayar mahal ternyata salah masuk, bukan?

1. Ma’had Imam Buhori Solo
2. Ma’had Al-Ukhuwah Sukoharjo
3. Ma’had Ibnu Abas Sragen
4. PONPES Islam Al-Irsyad Semarang
5. Daftar lengkap ponpes Wahabi.

Baca juga: Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

Pondok Pesantren, Program

Navigasi pos

Previous Post: Peraturan Pesantren dan Tata Tertib Santri
Next Post: Daftar Nama Pondok Pesantren Malang Raya

More Related Articles

Pondok Pesantren Bahasa Inggris Pondok Pesantren Bahasa Inggris Pondok Pesantren
psb pendaftaran santri baru november 2025 Pendaftaran Santri Baru PSB November 2025 Pondok Pesantren
Cara Daftar Pesantren Cara Daftar Pesantren ke Kemenag Terbaru 2026 Informasi
Daftar Nama Pondok Pesantren Malang Raya Daftar Nama Pondok Pesantren Malang Raya Informasi
Pondok Pesantren Putri Malang Pondok Pesantren Putri Malang Pondok Pesantren
Kitab Kuning adalah Buku Bahasa Arab Klasik Cara Cepat Bisa Membaca Kitab Kuning Program

Comments (179) on “Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Wahabi”

  1. Yayak berkata:
    14/06/2022 pukul 08:09

    Subhanalloh, “Pesantren salafi menganut ideologi Wahabi Arab Saudi yang radikal”.

    1. Maaf mas admin, bukannya Islam ini memang dari Arab Saudi? Rosululloh SAW juga dari Arab kan? Apakah anda mengira Islam di Saudi tidak sebaik Islam di negeri ini?

    2. Mungkin admin perlu masuk dan belajar dulu ke Ponpes yang dinilai Wahabi utk mengkonfirmasi jawaban atas pertanyaan2 diatas dan supaya tahu bagaimana akhlak seorang muslim sejati yang dicontohkan oleh Nabi SAW dan para sahabat.

    1. Admin Pondok berkata:
      15/06/2022 pukul 03:54

      1. Nama saudi baru ada belum 1 abad. yakni setelah keluarga saud berkolaborasi dg bin abdul wahab (pendiri wahabi) untuk meruntuhkan pemerintahan Ahlussunnah.
      2. Anda perlu membaca langsung pemikiran2 muhamad bin abdul wahab melalui kitab2 beliau kalau ingin tahu wahabi itu apa. bukan dari para ustad wahabi.

  2. ery berkata:
    12/06/2022 pukul 22:01

    Cuma aswaja yang berani bukan kolom komentar begini dan langsung dicounter.. coba punya wahabi, komen dikunci, masuk kegrup ketika mereka nggak bisa jawab pasti langsung dikick.

  3. Anonymous berkata:
    28/05/2022 pukul 12:58

    Maaf min. Menurut saya, artikel ini terlalu bias terhadap kelompok tertentu. Ini juga menggiring opini publik thp pesantren modern. Saya bukan dr pesantren, tapi punya teman dari salaf dan modern. Yg dr modern juga paham kok dg ilmu2 yg dibahas anak salaf. Mereka juga bisa baca kitab gundul, karena tau ilmu tatanan bahasa nya. Yg dr salaf juga pintar ilmu umumnya, buktinya bisa kuliah di univ ternama. Bahkan ketika diskusi bareng, mereka jg sama2 berbobot ilmunya. Semoga berkenan mengoreksi.

    1. Admin Pondok berkata:
      29/05/2022 pukul 13:01

      kalo bukan dari pesantren, maka anda tidak akan mengerti artikel di atas.

    2. Muzakki berkata:
      31/05/2022 pukul 16:28

      Saya rasa artikel ini menilai secara umum, karena santri tidak hanya satuan atau puluhan, tapi ratusan ribu santri. Ada beberapa yang berbobot dan ada beberapa yang kurang memahami, Saya santri salaf murni selama 10 tahun dan setuju dengan pola pikir admin, meskipun ada beberapa keterangan yang tidak ditampilkan dengan alasan tertentu.
      Afwan..

  4. nurjanna berkata:
    12/12/2021 pukul 13:57

    jadi bingung..sy sebenarnya blm terlalu ngerti nih tentang salaf salafi Wahabi dan modern..tp sy rencana masukkan anak sy di pesantren Al Khoirot..

  5. Zayyed mahfudzi berkata:
    30/11/2021 pukul 06:28

    Pertanggungjawabkan tulisan mu di akhirat kelak.

    1. Admin Pondok berkata:
      02/12/2021 pukul 10:01

      apa ada yg salah?

  6. Haviz A berkata:
    12/10/2021 pukul 00:53

    kalu al khoirot sendri pesantren aliran apa, ada dftar pesantren yg rekomended g min..

    1. Admin Pondok berkata:
      09/11/2021 pukul 19:36

      Baca: https://www.alkhoirot.com/manhaj-mazhab-dan-afiliasi-kultural/

  7. RT. 02 berkata:
    26/08/2021 pukul 08:28

    MUANTAAAB
    TERIMA KASIIIIIIIH

    1. Putra berkata:
      09/05/2022 pukul 07:45

      Alhamdulillah dapat rekomendasi daftar ponpes salafi-wahabi, terimakasih min informasinya banyak kaum muslim yg ingin menyekolahkan anaknya di lingkungan salafi yg sesuai tuntunan Alquran & Sunnah namun belum punya rekomendasi , sekali lagi terimakasih 🙏

    2. Admin Pondok berkata:
      12/05/2022 pukul 15:17

      Sama-sama. Memang itu tujuan kami. Rekan dari Wahabi biar tidak bingung milih pondok Wahabi. Yg Aswaja biar tidak terperangkap dan salah masuk.

  8. Agus berkata:
    08/08/2021 pukul 08:54

    Adakah ponpes salafy Wahabi di Wonosobo, banyak warga yg ingin mendaftarkan anaknya.

  9. Achmad berkata:
    29/06/2021 pukul 16:44

    Alhamdulillah.. Terimakasih byk pak Kyai /Ustadz yg kami cintai Lillahi taala atas pencerahannya.. hingga kami dpt memilih sekolah utk anak2 kami yg tepat dg ilmu yg sesuai dg tuntunan Baginda Nabi saw yg di syiarkan oleh para Ulama & Habaib pewaris Nabi saw. min ahlussunnah waljamaah terutama madzhab Imam Syafi’i /Asy’ariyah dan selamat dari pemikiran kaum khawarij yg jauh dari tuntunan & akhlaq mulia Nabi saw.
    Kami cinta Maulid Nabi saw.. Dzikir Tahlil Tahmid Tasbih.. Tilawah Quran.. Ratib alhadad yg semua itu sesuai dg tuntunan Nabi saw

  10. Rizaldi berkata:
    26/05/2021 pukul 18:11

    Alhamdulillah disebutkan semua pasantren salafi wahabi, in sya allah ingin memasukkan anak pasantren disana. Sekali lagi terima kasih admin :)

    1. afni kurniasari berkata:
      03/08/2021 pukul 23:07

      Jazakallahu khoiron, min. Bismillah sy akan masukkan anak2 saya ke pondok salafy wahabi. 🙏👍

  11. Pram berkata:
    24/05/2021 pukul 11:08

    Kebanyakan orang itu cari ilmu trusss buat dirinya sendiri sampe engg sadar besok dia bakal mati….
    Sampaikan lah walau 1 ayat itu lah aswaja seperti yang biasa dilakukan jamaaah tabligh… mereka sebagian besar bukan org pantai tp mereka tau untuk masuk surga ada cuma di mesjid… krn rahmat Allah ada di mesjid

  12. Labib bayhaqi berkata:
    14/05/2021 pukul 04:00

    Mas saya mau tanya, Saya mau cari pondok salaf, dan pilihan saya hanya 2 pondok yaitu di Lirboyo/Ploso.. kalau menurut mas mana pondok yang terbaik ngaji kitabnya antara Lirboyo dan Ploso.
    Mohon di jawab mas.

    1. Admin Pondok berkata:
      24/05/2021 pukul 00:36

      lirboyo

    2. saya berkata:
      04/01/2022 pukul 11:21

      Saya rasa tak usah dibanding-bandingkan min. Semua pesantren sama. Tergantung giat-tidaknya santri yang belajar di sana

    3. Abdullah berkata:
      26/06/2021 pukul 15:49

      ana sangat suka salafy wahabi dibanding orang yg mengaku mengikuti salaf tapi hadist palsu diembat juga serta kitab rusak fadhilah amal dijadikan panduan beragama.

    4. Admin Pondok berkata:
      03/07/2021 pukul 16:47

      yg mengaku ikut salaf adalah salafi wahabi. benarkan demikian? tidak benar. yg benar mereka mengikuti Muhhamad bin Abdul Wahab yg baru lahir di abad 19 masehi.

    5. Ozzy berkata:
      30/07/2021 pukul 15:04

      Masya allah tabarokallah…jazakallahu khair kepada penulis karena saya menjadi tahu ma’had ma’had wahabi salafi yang mengajarkan benar benar ilmu yang berakidah lurus tak ada taqlid tak suka mentahdzir dalam dakwahnya. ..semua benar benar bersumber dari alquranul karim dan sunnah para sahabat para tabiin..dan kitab kitab yang shahih hasan dan tak dhaif…barakallahu fiikum

  13. Adirio berkata:
    21/04/2021 pukul 02:31

    Cerita panjang lebar untuk menjelaskan, secara tak sadar pengikut Rasulullah difitnah dan disebut dengan sebutan wahabi, Na’uzubillahi minzalik..

    1. Admin Pondok berkata:
      09/05/2021 pukul 13:13

      Wahabi, kata Syaikh Bin Baz, adalah julukan yg baik. Mengapa anda keberatan? Anda tidak mengakui ucapan Bin Baz?

    2. Keluarga as salafi berkata:
      29/10/2021 pukul 12:58

      Nah ini yg benar si mau provokasi halus

  14. Hafidz berkata:
    09/04/2021 pukul 08:17

    Anda salah, Coba anda baca baca dl APA ITU SALAF.. Bc buku yg sahih keilmuanya..

    1. Admin Pondok berkata:
      17/04/2021 pukul 04:32

      Lihat dan baca juga sumber rujukannya: https://www.fatihsyuhud.net/beda-generasi-salaf-gerakan-salafi-dan-wahabi/

  15. Hasan Basri berkata:
    10/02/2021 pukul 14:21

    Adminnya benci banget sama salafy yg dituduh radikal padahal mereka mengharamkan demo apalagi berbuat onar…yang menghidupkan sunnah-sunnah yang banyak ditinggalkan oleh umat seperti dizkir pagi dan sore yang termasuk didalamnya sholawat kepada Nabi Muhammad, memelihara jenggot, merapatkan shof, memakai celana diatas mata kaki, mereka bermazhab akan tetapi tidak fanatik buta karena hanya Nabi muhammad yang ma’shum yang pendapatnya wajib kita ikuti yang tatacara beribadahnya wajib kita contoh, yang larangannya harus kita hindari seperti membuat syari’at/ hal baru dalam beribadah….karena 1. apabila telah ada atau sampai satu hadits kepada kiita yang shohih maka wajib kita sami’naa wa atho’naa….2. Berilmu sebelum beramal bukan sebaliknya…beramal dulu baru cari2 dalil yg (dalil cocologi)……….

    1. Admin Pondok berkata:
      10/02/2021 pukul 17:35

      “Adminnya benci banget sama salafy yg dituduh radikal padahal mereka mengharamkan demo apalagi berbuat onar”

      Tidak benci. Hanya mengungkapkan fakta. Oh ya, sekedar diketahui bahwa wahabi salafi ada 3 jenis: ilmi, politik dan jihadis.
      Yang wahabi ilmi memang mewajibkan taat negara dan haramkan demo, tapi yg politik tidak mengharamkan demo. Apalagi yg jihadis.
      Lihat: Beda wahabi, HTI dan Syiah

      “apabila telah ada atau sampai satu hadits kepada kiita yang shohih maka wajib kita sami’naa wa atho’naa”

      Ini menunjukkan bahwa anda tidak berilmu. atau ilmunya kurang alias minimalis tapi gaya seperti ahli agama. Jangankan hadis, Al Quran sendiri harus dipahami secara komprehensif sebelum diambil kesimpulan hukum tentang apakah wajib, sunnah atau mubah. Contoh, dalam QS Al-Jumuah ayat 9 dikatakan bahwa “apabila selesai jumat maka menyebarlah di muka bumi dan carilah anugerah Allah (cari rejeki – red).

      Pada ayat tsb. Allah memakai fi’il amar (kata perintah). Apakah perintah untuk bekerja setelah Jumat itu wajib dikerjakan? Kalau wajib, mengapa di Saudi yg Wahabi malah kantor2 diliburkan?

      Intinya, perbanyak dan tingkatkan ilmu agama anda. Jangan hanya baca Quran dan sunnah tapi juga baca tafsir Quran dan syarah hadis biar tidak tersesat.

      قال المحدث ابن وهب كل صاحب حديث ليس له إمام في الفقه فهو ضال

      Artinya: “Ulama ahli hadis, Ibnu Wahab berkata: Setiap ahli hadis yang tidak punya imam dalam fikih maka dia tersesat.”

    2. Matt berkata:
      22/09/2021 pukul 11:49

      Terus menurut anda mana yg termasuk ahli syurga? Salaf atau salafi?

    3. Admin Pondok berkata:
      24/09/2021 pukul 06:48

      siapapapun yg mendapat ridha dan rahmat Allah.

    4. Bunda nisa berkata:
      16/06/2021 pukul 08:21

      Aduuh itu spesifikasi tentang pondok modern khususnya d kualitas keilmuannya ko jadi terkesan ga bisa apa2 ya….

      Anak2 sy , kaka sy, smua di pondok modern, jadi sangat paham output Dr pondok modern.😊

      Ga perlu juga sy beberkan faktanya, tapi jika ingin tahu…silakan datang berkunjung Dan ngobrol dengan pimpinan pondok, insyaallah akan lebih kenal ttg pondok modern😊

    5. Admin Pondok berkata:
      18/06/2021 pukul 07:25

      Maaf, standar yg digunakan oleh anda dan kami tentu saja berbeda soal “bisa dan tidak bisa” itu seperti apa.

  16. Syam Arief berkata:
    03/01/2021 pukul 10:46

    Bismillah

    Alhamdulillah Saya akan memasukan anak anak saya di pondok pesantren Salafy Wahabi karena setelah saya mempelajari ternyata Salafy Wahabi

  17. Joko berkata:
    02/01/2021 pukul 19:11

    Pengen pesantren seng moderen

    1. Yetty Octavia berkata:
      15/02/2022 pukul 17:21

      Pemaparannya sangat membantu min… Masya Allah…
      Sy mau masukin banget sebennrya anak perempuan saya ke pesantren salaf,seperti kepengenan ayahnya (karna ayahnya berasal dari pesantren salaf).. tapi sayang g sekolah umum😔tapi g mau modern juga… Masih bingung sih.. Tapi insya allah masih ada pesantren yang g modern, tp masih belajar kitab untuk Putri saya…

      Jazakillah khoir pemaparannya min🙏membantu sekali😊

  18. Rendra berkata:
    13/12/2020 pukul 09:07

    Semoga anda bisa mempertanggung jawabkan perkataan anda yg tidak punya dasar ilmunya. Dan diberi hidayah. Aamiin

    1. Admin Pondok berkata:
      01/01/2021 pukul 16:16

      Dalil-dalil sudah diberikan. Untuk lebih detail silahkan kunjungi sumber link rujukan yg kami berikan.

  19. ekoy berkata:
    29/11/2020 pukul 21:11

    sama sama islam mari bersatu,,,tuhannya sama Allah, kitabnya sama Alqur’an, nabinya sama,,,, kiblatnya sama,,,,mari bersatu, sy sendiri pesantren salaf,,,berkecimpung di oraganisasi Muh, bteman dan sharing keilmuan dg salafi, mari bersatu dan saling menghargai serta jangan saling mnyalahkan…..yg akan mengakibatkan perpecahan,,,salam damai sll

    1. Admin Pondok berkata:
      01/01/2021 pukul 16:40

      coba anda dengarkan ceramah ustadz2 salafi di youtube atau lainnya. mereka mengafirkan banyak muslim di indo terutama muslim NU. Kami hanya menjelaskan bahwa mengafirkan itu tidak benar dan sangat berbahaya bagi persatuan umat.

  20. Ummu Sharah berkata:
    18/11/2020 pukul 03:20

    Saya org awam ga bgtu paham tentang salafi dan wahhabi.

    Terima kasih atas info yg bermanfaat ini min.
    Saya jd sedikit tercerahkan. Insyaa Allah saya sdh punya pilihan untuk ponpes putri saya, berkat ulasan dlm artikel admin.

  21. Wa LA TUzakku anfusakum berkata:
    04/11/2020 pukul 23:59

    Alhamdulillah min. saya dulu nyari pesantren sunnah dapet artikel ini terus saya masuk pondok yang katanya wahabi itu sampe lulus. Alhamdululilah sekarang saya Hafal Al Quran 30 Juz, Mulhatul irob, dan sanad matan2 lainya dari Pondok Wahabi.

    Makasih artikelnya min:))
    Salam Damai dari yang katanya “Wahabi” untuk saudaraku yg katanya “Aswaja”

    1. Admin Pondok berkata:
      08/11/2020 pukul 07:00

      Bagus. terus membuka diri dan tidak membatasi bacaan kitab (kalau anda sudah bisa baca kitab gundul). pada saatnya, pikiran anda akan terbuka seperti halnya Ust Sarwat

  22. Ummu berkata:
    18/10/2020 pukul 20:10

    InsyaAllah tahun ini anak saya akan saya masukkan ke pesantren yg katanya salafi wahabi, jika benar pesantren tsbt mengajarkan tauhid yg sesungguhnya tanpa dicampur aduk dgn adat istiadat nenek moyang.

    1. Admin Pondok berkata:
      21/10/2020 pukul 13:08

      Masalah terbesar kesesatan Wahabi/Salafi justru terletak pada akidah tauhidnya. Kalau fikihnya banyak yg mirip dg mazhab Hanbali (yg berarti tidak sesat).

      Inilah akar ekstremisme Salafi/Wahabi yg memakai teori tauhidnya sebagai alat mengkafirkan sesama muslim yg selain golongannya.
      Baca:
      – https://www.fatihsyuhud.net/beda-tauhid-ahlussunnah-dan-salafi-wahabi-1-rububiyah-dan-uluhiyah/
      – https://www.fatihsyuhud.net/kesalahan-konsep-tauhid-rububiyah-wahabi-salafi/

  23. Me berkata:
    03/10/2020 pukul 10:39

    Contoh pondok modern selain gontor tidak ada min?

    1. Admin Pondok berkata:
      04/10/2020 pukul 16:08

      Ada yaitu pondok yg meniru gontor.

  24. Laily berkata:
    06/09/2020 pukul 21:30

    Mimin mau tanya pondokan yg menghafal alquran di area iain surakarta yg benar” menganut NU yg sanadnya sampai kanjeng nabi muhammad SAW pondokan apa saja ya soanya saya pengen menghafal dan juga kuliah. Terimakasih

    1. Admin Pondok berkata:
      08/09/2020 pukul 15:31

      Maaf kami kurang tahu. Silahkan tanya ke kantor NU terdekat.

  25. abu ahsan berkata:
    03/09/2020 pukul 09:39

    kenapa antum menulis aliran yg berseberangan dgn antum dgn penuh tendensius/kebencian (sampai disingkat dg SAWAH).
    wallahu alam

    1. Admin Pondok berkata:
      03/09/2020 pukul 16:06

      Soal rustum sudah dijelaskan. Lihat: https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/
      Pengikut Wahabi harus membuka diri pada informasi dari luar supaya tercerahkan.

  26. Abusalma berkata:
    16/08/2020 pukul 15:26

    Sy temukan tulisan admin di web ini, seperti ini :
    Wahabi Salafi adalah gerakan ekstrim radikal yang berasal dari Arab Saudi dan didanai dengan dana tak terbatas oleh Kerajaan Arab Saudi maupun dari donatur individual.

    “Tidak semua Wahabi adalah teroris, tapi semua teroris muslim berasal dari Wahabi Salafi.”

    Pertanyaannya : apakah ini fakta atau fitnah?
    Kalau fitnah, brp banyak orang yg anda fitnah.
    Sy memahami kata2 tsb, bahwa anda menyatakan warga kerajaan arab saudi mrpkn kelompok ekstrim radikal?
    Tapi yg saya lihat, kerajaan arab saudi termasuk begara yg makmut dan paling aman, dan seluruh warga dr negara lain yg berkunjung kesana juga aman2 saja.

    1. Admin Pondok berkata:
      17/08/2020 pukul 15:13

      Pertanyaannya : apakah ini fakta atau fitnah?
      Jawabannya: fakta.

      Arab saudi berdirinya saat mengalahkan turki osmani dibantu oleh kalangan Wahabi Salafi. tapi saat ini kalangan Wahabi mulai ditindas pelan2 terutama oleh rezim yg sekarang (Salman dan anaknya).

      Tentang ekstrimitas ajaran Wahabi, lihat pengakuan ulama Wahabi sendiri di link berikut: https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/

  27. Meutia berkata:
    10/08/2020 pukul 06:54

    Tulisan yg bagus. Tidak ada tendensi kebencian dalam tulisan ini. Hanya penyajian informasi. Sy menjadi faham perbedaan pesantren salaf dan pesantren salafi wahabi. Kesamaan istilah ini memang sering mengecoh. Tksh atas informasinya ya… Dan teruslah berdakwah dgn tulisan2 anda, akhi.

  28. Agus berkata:
    10/08/2020 pukul 00:51

    Kok saya lebih suka wahabi gak suka mencela

    1. Admin Pondok berkata:
      13/08/2020 pukul 16:54

      Betulkah? Justru konflik internal dalam umat Islam terjadi dipicu oleh doktrin Wahabi yg mengkafirkan dan membid’ahkan muslim lainnya.

  29. Gunawan berkata:
    08/08/2020 pukul 16:28

    Kasian ya min, banyak komentar rata2 mereka beraqidah wahabi yg jauh dari pemahaman aswaja sesungguhnya. Islam itu fleksibel, ga dikit2 bid’ah, islam itu luas ga sempit. Islam itu hidup dan terus berkembang sesuai syariat aswaja, islam itu ga mati. Terimakasih ya min, semoga ALLAH memberikan keluasan rizki dan keberkahan hidup untuk admin situs ini.

  30. Ito berkata:
    24/07/2020 pukul 21:24

    Kalo antum bermadzhab Syafii, kenapa ga sekalian fiqih nya ikut imam syafii, malah ikut Asy’ari apakah imam syafii ga ngajarin fiqih ?
    Padahal jelas kitab fiqih pertama dlm islam adalah karangan imam syafii, Ar-Risalah setelah menggabungkan ke ilmuan dari madzhab Abu Hanifa dan Imam Malik.
    Bersihin hatinya, jgn tanamkan kebencian pada mereka yg menegakkan Tauhid dan Sunnah, Islam yg murni dibawa Rasulullah tanpa Tahayul, Bid’ah dan Khuraffat

    1. Admin Pondok berkata:
      27/07/2020 pukul 16:55

      Mazhab fikih empat memang khusus fikih.
      Untuk akidah Aswaja ikut Asy’ariyah atau Maturidiyah.

      Ingat, Aswaja itu seluruh penganut mazhab empat

  31. Derry berkata:
    13/07/2020 pukul 13:23

    Alhamdulillah min. Dari artikel nya semoga orang2 sadar dan tidak memasukan anak2 mereka ke pesantren anda dan yg sealiran dengan kalian. Karena isi artikel ini penuh kebencian, dan fitnah kepada org2 yg di kelompok2 kalian. Yg di luar kelompok kalian kalian anggap sesat dan radikal semua. Bayangin aja nanti anak2 lulus dari sana mudah saja memvonis radikal kepada yg di luar kelompoknya. ngeriii

    1. Admin Pondok berkata:
      13/07/2020 pukul 18:43

      salah satu ciri kaum Wahabi (dan terkadang HTI) dalam bersikap adalah selalu menyanggah kritik dari luar. Walaupun kritik yg diucapkan berdasarkan fakta2 empiris dan dari karya tulis para tokoh pendirinya. Tulisan ini sudah kami pecah menjadi 2 bagian. Silahkan baca bagian ke-2-nya di sini:

  32. ummu azmara berkata:
    29/06/2020 pukul 21:49

    masih mencari pesantren tingkat SMA wahabi buat anak sulung. insya Allah anak bungsu bisa sekolah di Imam Bukhari. aamiin ya Allah. terimakasih mimin atas artikelnya.

    1. Admin Pondok berkata:
      30/06/2020 pukul 03:59

      هداك الله وأهلك يا أختي. وكم من الممسلمين المخلصين مثلك قد أضلهم الوهابية

  33. zulkifli berkata:
    21/06/2020 pukul 20:53

    Alhamdulillah, semoga kita semua saudara seiman semakin dekat dan menjalankan sunnah-sunnah nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

  34. Nafs berkata:
    01/06/2020 pukul 21:51

    Alhamdulillah..
    Iklan gratis, makasih Min..
    Semoga semakin banyak orang² yg mampu membedakan mana pesantren Sunnah dan mana pesantren Bid’ah..
    Salam dari Salafi Aceh

    1. Admin Pondok berkata:
      02/06/2020 pukul 08:00

      Sama-sama. Senang bisa membantu teman2 Wahabi.

  35. Lukman Hakim Afifurrahman berkata:
    19/05/2020 pukul 22:11

    setelah disetujui.

    Artikel ini hanya mencakup mazhab Syafi’i. Tidak ada penjelasan tentang pesantren dengan mazhab fikih Hambali, Maliki dan Hanafi? Atau penulis meratakan ketiga mazhab selain Syafi’i sebagai Wahabi? Tolong diperluas lagi penyampaiannya… karena di Indonesia tidak hanya Syafi’i saja tapi ada mazhab lain yang juga berbeda dengan Wahabi. Disaat penulis mengatakan bahwa qunut adalah Wahabi, berarti penulis menyamakan Hambali dan Maliki dengan Wahabi juga. Saran saya, tolong di update agar tidak ada kesalahpahaman orang yg dikhawatirkan dapat menyesatkan mazhab selain Syafi’i… Terima kasih

    1. Admin Pesantren berkata:
      20/05/2020 pukul 04:13

      Penyebutan soal qunut itu itu dalam konteks sosiologis di indonesia.
      Madzhab fikih yg dianut muslim Aswaja Indonesia umumnya hanya Syafi’i (tidak ada hanafi atau maliki).
      Praktik ibadah Wahabi mirip Hanbali. Tapi Wahabi umumnya non madzhab secara fikih dan cenderung Zahiri.

    2. Zul Asri berkata:
      22/05/2020 pukul 06:58

      Maklum penulis hatinya penuh dg kebencian kepada selain kelompoknya. Sementara mereka sendiri mengaku mengikut imam Asy-Syafi’i, tp apakah Imam Asy-Syafi’i ada tahlilan dan selamatan kematian? Atau mengagungkan kuburan?

    3. Admin Pesantren berkata:
      22/05/2020 pukul 10:19

      Baca di sini: https://www.alkhoirot.com/akidah-pesantren/
      Di artikel ini dijelaskan bahwa kami berakidah dg fikrah Asyariah, berfikih Syafi’iyah (dan 3 madzhab lain bilamana perlu); dan bertasawuf Al Junaid dan Al Ghazali.

      Jadi, tidak tepat kalau hanya ikut madzhab Syafi’i.

      Selain itu, fikih madzhab Syafi’i itu bukan hanya Imam Syafi’i tapi seluruh ulama (puluhan ribu) yg ada di bawahnya.

      Saran kami, perbanyak baca kitab2 turos berbahasa Arab. Jangan hanya dengar kajian ustadz anda.

  36. Arie berkata:
    11/05/2020 pukul 00:15

    Alhamdulillaah marketing gratis. Syukran Jazakallah kepada admin, semoga rakyat Indonesia semakin mengenal sunnah, jalan hidup nabi kita Muhammad ‘alaihi sholatu wasallaam diatas pemahaman para sahabatnya.

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      11/05/2020 pukul 04:00

      You’re welcome. Sekedar mengingatkan, bahwa Wahabi bukan Sahabat. Aliran ini baru lahir abad ke-18 masehi atau abad 13 hijriyah. Artinya, Wahabi baru lahir 13 abad setelah era Nabi dan para Sahabat.

    2. Haiyah berkata:
      14/07/2020 pukul 07:48

      Alhamdulillaaahhh,,, jd tau daftar pesantren yg bagus, makasih Min…

    3. Admin Pondok berkata:
      14/07/2020 pukul 08:18

      sama-sama min.

  37. Dani berkata:
    10/05/2020 pukul 02:49

    Terimakasih min atas info daftar pesantren ber manhaj salaf…semoga masyarakat Indonesia makin mengenal sunnah

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      10/05/2020 pukul 14:23

      ما في مشلكة

  38. Ahmad berkata:
    09/04/2020 pukul 16:42

    Adminya yg Sesat Kali. Rujukan salafy “wahabi” ibnu taimiyah, gurunya ibnu Katsir, ibnu qoyyim, Imam adzahabi Dan ulama lainya. Masa admin yg gak punya karya mau menyesatkan syaikhul Islam. Istighfar min

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      11/04/2020 pukul 09:19

      Kalau semua yg berkarya dianggap tidak sesat, maka mengapa Wahabi menyesatkan Imam Nawawi yg karyanya jauh lebih banyak dibanding karya gabungan Ibnu Taimiyah dan Muh. bin Abdil wahab? Sesat dan tidak sesat bukan soal karya. Juga, kaum Syiah banyak punya karya kitab tafsir yg puluhan jilid. Mengapa disebut sesat bahkan dikafirkan oleh Wahabi? Logika anda dalam berargumen adalah logika yg sesat.

  39. Agung septiana berkata:
    29/03/2020 pukul 19:14

    Assalamualaikum wr wb
    afwan ana beritahukan bahwa agama islam akan hancur dengan penganutnya itu sendiri.
    Jangan saling menyalahkan dan saling berdebat
    di setiap aliran ajaran itu mereka memiliki dalil tersendiri yang didapat dari banyaknya ilmu yang Nabi kita ajarkan kepada keluarga dan para sahabatnya.
    yang pada intinya jangan mencela nabi,keluarga nabi,sahabat nabi,dan para ulama (yang taat kepada allah dan rasulnya juga meneladani para sahabat nabi dan salafussholihin.

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      29/03/2020 pukul 21:51

      Tidak ada larangan untuk berbeda dan mengeritik. Baca kitab-kitab klasik karya para ulama salaf. Anda akan menemukan mereka saling mengeritik.

      Yang dilarang itu mengafirkan atau mensyirikkan sesama muslim. Seperti biasa dilakukan oleh kaum Wahabi yg mengklaim sebagai Salafi (padahal bukan).

  40. Batasa Foods berkata:
    07/03/2020 pukul 21:27

    Pesantren Salaf Mustafawiyah , Purba Baru, Siprok Sumatera Utara

  41. Suyadi berkata:
    05/03/2020 pukul 10:18

    Saya asli orang kebumen, waktu remaja saya hidup dilingkungan Masjid Kauman Kebumen, disana ada 2 jamaah yang depan NU yang belakang Muhamadiyah. dan saya memenag dulu suka sama NU karena dalam 1 minggu aja hampir 3 kali yasinan dan tahlilan ini yang membuat saya suka walupun secara ilmu agama emang nol besar, karena kebanyakan di NU jarang diajarka Tauhid dan hadis, yang sering selawatan, barjanji dan nyanyi nyanyi dan juga ilmu kebal. Pokoknya ikut kyainya pasti masuk sorga. Setelah saya Merantau ternyata…oh ternyata…. aku sangat bodoh sekali tidak tau tujuan hidupku. dan Alhamdulillah setelah merantau di Jakarta saya berkenalan dengan seorang Habib Hasan Al Mahdali dari beliau aku mengenal Wahabi dan Salafi disitu aku merasa menemukan hidup yang baru dan tau tujuan hidupku adalah Akherat.

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      05/03/2020 pukul 11:12

      teruslah belajar Al Quran dan Sunnah dan penjelasan para ulama tafsir atasnya. Jangan hanya mengandalkan belajar pada individu tertentu. Sebab belajar pada individu bisa membuat kita salah. Di ujung jalan anda akan menemukan Islam Aswaja yg sebenarnya.

      Artikel berikut mungkin bisa membantu anda mencari kebenaran: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

    2. Fathul berkata:
      15/03/2020 pukul 11:45

      Mereka tidak tidak pernah mondok di pondok NU sih makanya dibilang tidak pernah ngajarin hadist. Mereka kurang tau membedakan mana tradisi NU dengan lembaga pendidikan NU.

  42. Ade berkata:
    26/01/2020 pukul 14:24

    Tapi saya terima kasih ke admin…justeru artikel yang dia tulis memantapkan saya memasukkan anak saja ke pesantren salafy yang menurut admin wahabi…thanks ya min…jempol buat admin

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      01/02/2020 pukul 14:48

      Sama-sama. Tujuan artikel ini adalah agar tidak ada yg merasa terjebak dan tertipu. Yg Wahabi biar masuk ke pondok Wahabi/Salafi. Yg Aswaja biar tetap masuk ke pondok Aswaja (aka NU).

    2. Ahli Sunnah Syafii berkata:
      02/03/2020 pukul 18:58

      Kalau wahabi sesat dan keluar dari Islam, apa hukum nya jemaah haji kita yang berimam di belakang imam Wahabi di Mecca dan Medina?
      Apa salat2 itu batal kerana berimam kepada imam yang sesat?

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      03/03/2020 pukul 06:23

      Orang Wahabi itu tetap dianggap muslim oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dunia. Walaupun sesat. Baca: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

      Sah hukumnya bermakmum pada sesama muslim selagi tidak ada perkara yang membatalkan shalat saat menjadi imam. Baca: https://www.alkhoirot.net/2012/02/shalat-berjamaah.html

  43. Mochamad Riza berkata:
    22/01/2020 pukul 18:29

    Semangat Min berikan pencerahan agar warga NU yang Awam tidak sampai terbawa Mereka.

    Memang wahabi sudah duluan menguasai banyak media online dikarenakan pendanaan yg luar biasa dari Luar.

  44. Amie azhar berkata:
    28/12/2019 pukul 09:41

    Masha allah..
    Kita wajib menimba ilmu dari ustadz manapun dan siapapun yang terpenting kita wajib mengetahui asal usul kebenaran yang mereka ajarkan sesuai dengan al qur’an dan hadits atau tidak dan kita wajib mengetahui kebenaran dan ke shahihan hadits tersebut

    Intinya yg terpenting kebenaran kemurnian apa yg mereka sampaikan kita wajib tau
    Tidak perlu kita sesama muslim saling membenarkan diri dan menyalahkan yang lainya..

    Allahu’alam bishawab…

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      28/12/2019 pukul 19:11

      Sikap anda tidak benar. Dan itu menunjukkan ketidaktahuan anda.
      Salah milih ustadz dan pesantren bisa menjerumuskan seseorang menjadi teroris atau calon teroris. Baca keputusan ijtimak ulama dunia soal ini di sini: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

    2. andre berkata:
      01/02/2020 pukul 23:19

      Wow…

  45. Ummu daan berkata:
    15/12/2019 pukul 16:39

    Wah admin sebaliknya jangan asal tulis …. Jangan sampai anda membenarkan khurafat,bid’ah , sembah kuburan dll

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      17/12/2019 pukul 15:21

      Ini contoh orang yg sudah terkena propaganda Wahabi. Sekedar diketahui hasil muktamar ulama Ahlussunnah dunai 2016, Wahabi Salafi dinyatakan bukan Ahlussunnah. Lihat: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

  46. SigitX berkata:
    12/12/2019 pukul 18:01

    Ustadz bagaimana dengan hadits berikut
    (Wilayah) haram kota Madinah yaitu wilayah yang terletak antara wilayah ‘Airin dan Tsaur. Barangsiapa yang membuat perkara baru (kebid’ahan) atau melindungi pelaku kebi’ahan maka dia akan mendapatkan laknat dari Allâh, Malaikat dan seluruh manusia. Allâh Azza wa Jalla tidak akan menerima darinya ash-sharf dan ‘adl [HR. Al- Bukhâri dan Muslim]

    https://almanhaj.or.id/4213-keutamaan-kota-madinah.html

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      15/12/2019 pukul 16:35

      1. situs yg anda kutip itu situs Wahabi.
      2. Yg anda tanyakan apa? Kalau soal bid’ah, maka sebenarnya kaum Wahabi Salafi telah mendukung sistem kerajaan Arab saudi yg bid’ah karena tidak sama dg sistem di era Khulafaur Rasyidin.
      3. Juga, mengharamkan rokok adalah bid’ah karena tidak ada dalil Quran dan Sunnah nya.

    2. Haidar Trisna Tanaya berkata:
      20/12/2019 pukul 23:19

      Afwan, Muhammadiyah juga terinspirasi dengan Pemikiran Abdul wahab dalam.purifikasi Islam. Muhammadiyah juga tidak sholawatan kecuali sholawat yang benar2 dituntunkan nabi, Muhammadiyah juga tidak qunut, tidak adzan pada bayi yg lahir maupun pada mayit, Muhammadiyah juga tidak mengirim ayat pada arwah dan tidak tawasul pada manusia apalagi pada arwah. Lalu bagaiman pandangan anda?kenapa anda tidak tulis “Muhammadiyah juga wahabi versi moderat?atau ponpes Muhammadiyah adalah ponpes Wahabi?

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      22/12/2019 pukul 06:10

      Lihat: https://www.alkhoirot.net/2012/07/hukum-rokok-dalam-islam.html

      Masak yg kayak gini anda tidak tahu?

    4. Nggaja berkata:
      24/02/2020 pukul 11:45

      Alhamdulillah dulu saya NU.

    5. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      28/02/2020 pukul 06:52

      Dulu NU, sekarang Wahabi. Nanti, dengan izin Allah, akan kembali ke NU lagi. InsyaAllah. :) Seperti Ustadz Sarwat
      Terus membuka diri untuk belajar ilmu2 agama dari berbagai guru dan kitab/buku. Jangan hanya membatasi diri hanya pada kalangan Wahabi saja.

    6. Supriyanto berkata:
      10/02/2020 pukul 13:12

      Assalamu’alaikum..maaf, mohon hati2x dlam menulis krn apa yg kita tulis / ucapkan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Jgn2x kita bersitegang krn kurangnya ilmu kita. Dan perbedaan bukan unt diperdebatkan krn Alloh akan menjamin rumah di surga bagi yg menghindari perdebatan meskipun benar. Mari bersemangat unt mencari ilmu bukan unt saling mencela yg mungkin org lain malah lebih benar drpda kita.

  47. Abah tea berkata:
    25/11/2019 pukul 07:59

    Ooh baru tau saya, jd mrk itu wahabi ya. Soalnya mereka sy perhatikan sangat mengikuti ajaran Rasulullah, mrk tidak mau mencampurkan urusan ibadah dgn kebudayaan lokal yg menjurus ke musyrik. Saking nurutnya sm nabi mrk ga mau tuh ngerokok, pesta2, bahkan ulang tahun pesta pora tablgh, maulid sampe lupa shalat subuh. Tp kok mrk itu keren2 ya? Ga kampungan gitu.. lifestylenya jg, rata2 berpendidikan tinggi, cerdas & secara ekonomi bagus..tp low profile ya. Masa sih wahabi? :D

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      30/11/2019 pukul 07:14

      Wahabi bukan bermakna jelek. Ia bermakna pengikut pengikut Muhammad bin Abdul Wahab karena itu disebut Wahabi (dalam bahasa Arab disebut Wahabiyah) atau pengikut Ibnu Abdil Wahab. Sama dg pengikut madzhab Muhhamad bin Idris Asy-Syafi’i disebut pengikut madzhab Syafi’i atau Syafi’iyah dalam bahasa Arab.

      Untuk soal pengikut Sunnah, anda contohkan antara lain dg tidak merokok. Perlu diketahui bahwa tidak ada dalil Quran dan hadis yang melarang orang merokok. Dg kata lain: yg mengharamkan rokok sebenarnya bukan pengikut Sunnah. Baca: https://www.alkhoirot.net/2012/07/hukum-rokok-dalam-islam.html

      Tetaplah buka hati kita untuk mendapatkan ilmu dari semua golongan. Agar wawasan kita menjadi lebh luas dan tidak sempit.

    2. Haidar Trisna Tanaya berkata:
      20/12/2019 pukul 23:20

      Muhammadiyah juga mengharamkan rokok lho. Dan jumhur Ulama dunia saat ini mengharamkan rokok…hayooo

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      22/12/2019 pukul 06:09

      Lihat: https://www.alkhoirot.net/2012/07/hukum-rokok-dalam-islam.html

    4. Yahmin Al Jaawy berkata:
      20/01/2020 pukul 16:31

      Ok klo landasannya tdk ada dalil yg sarih, maaf saya tdk bermaksud menentang ajaran anda, saya juga dibesarkan di NU.
      Mhn adil.
      Klo merokok itu tdk ada dalil yg melarang. Klo larangan terhp sseuatuyg menimbulkan berbahaya iya.

      Sama dg maulid nabi juga tdk memakai dalil qat’i Atau sarih, klo dzanni iya. Kr mengandung unsur kebajikan iya.

    5. @bismllh berkata:
      30/12/2019 pukul 00:59

      Bismillah……
      Afwn, sdahkah admin mmbaca buku qawaid al-arba’ karangan Muhammad bin Abdul Wahhab ? Klo belum coba lihat betapa ma sya Allah buku trsbut krna isinya qalallah wa qola rasul

    6. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      01/01/2020 pukul 06:32

      Al-Quran dan al-hadis adalah Maha Benar adanya. tapi ketika itu ditafsirkan oleh M. bim Abdul Wahab itu menjadi pendapatnya. Sudahkah anda paham itu?

    7. Ibnu adam berkata:
      30/06/2020 pukul 08:28

      Masya Allah, saya juga berfikiran seperti itu, dulu sempat penasaran apa benar yang di katakan orang2 tentang wahabi, setelah saya cari tahu dengan mengikuti kajian2nya, saya tidak menemukan sedikitpun ajaran2 yg yang menyimpang, semuanya dibawakan dengan dalil Al-qur’an wa sunnah dari pemahaman para sahabat dan ulama salaf. Dan saya menemukan teman2 baru, tidak hanya dari kalangan bawah, adapun dari kalangan2 atas yang berpendidikan tinggi juga banyak yg duduk di majelis yg katanya “wahabi” tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang saya semakin yakin dengan metode ajaran yg difitnah masyarakat dengan kata “wahabi” Ini.
      Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah. Allahumma aamiin

    8. Admin Pondok berkata:
      30/06/2020 pukul 08:47

      Bagus, semoga hidayah bersama anda. Baca juga: Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

      Dan baca info penting di sini: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

  48. Sri lestariningsih berkata:
    14/11/2019 pukul 21:37

    Bagaimana dengan ponpes assalam solo? Wahabi bukan?

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      15/11/2019 pukul 20:27

      Tinggal datang saja langsung ke pondok saat subuh. Ada qunutnya tidak saat shalat? :)

    2. Rahmat berkata:
      09/12/2019 pukul 19:40

      waw kualitas jawab admin begini……qunut dijadikan standar

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      12/12/2019 pukul 17:16

      Kalau ingin argumen lebih ilmiah secara syar’i lihat di sini: https://www.alkhoirot.net/2011/07/hukum-qunut-dan-dasar-hukumnya.html
      Yg di atas itu informasi sosiologis di Indonesia.

    4. Manhaj Sunnah berkata:
      01/01/2020 pukul 15:53

      😊😊😊.
      Ada yg lupa pakai qunud baca sujud sahwi, tapi kadang ada yg meninggalkan solat merasa biasa aja. 😊 wallahu a’lam.

    5. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      02/01/2020 pukul 18:19

      Ada yg tidak qunut karena ikut pandangan madzhab selain Syafi’iyah. It’s ok. Ikhtilaful ulama rahmatun wasi’ah.
      Tapi ada yg biasa sarapan pagi dg mengkafirkan sesama dan mensyirikkan sesama muslim lalu merasa biasa saja. Bahkan merasa alfirqoh an-najiyah. wallahu a’lam. :)

      Oh ya, biar lebih kaffah, silahkan baca artikel ini juga: https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/

    6. Haidar Trisna Tanaya berkata:
      20/12/2019 pukul 23:21

      Tunggu, Ponpes Muhammadiyah juga tidak berqunut. Jangan pukul rata yaa

    7. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      22/12/2019 pukul 06:09

      Muhammadiyah memang ikut Wahabi secara akidah. Lihat: https://www.konsultasisyariah.in/2017/04/yunahar-ilyas-akidah-muhammadiyah-itu-wahabi.html

    8. Batasa Foods berkata:
      07/03/2020 pukul 21:50

      Saya Kurang sependapat dengan Anda.
      Muhammadiyah Serupa tapi Tidak Sama dengan Wahabi.
      Anda terlalu Fanatik ke NU annya. sehingga tidak terbuka menerima pemahaman yang lain

    9. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      08/03/2020 pukul 08:32

      Mungkin anda yg kurang wawasan. Tokoh elite muhammadiyah sendiri mengatakan demikian. Lihat link berikut:
      – https://www.konsultasisyariah.in/2017/04/yunahar-ilyas-akidah-muhammadiyah-itu-wahabi.html

    10. Yahmin Al Jaawy berkata:
      20/01/2020 pukul 16:42

      TRENDING NOW: Aurat Muslimah Indonesia dalam Kajian Fiqih HanafiNasihat Zaid bin Aslam: Jangan Gegabah Menilai Amal Orang Lain! HIKMAH Ketika Imam Syafi’i Tidak Qunut Jumat 8 Maret 2013 05:50 WIB Share: Siapa tak kenal Imam Syafi’i? Bapak ushul fiqih ini tak hanya tenar karena kepakarannya di bidang hukum Islam. Sejumlah ulama menilai, Imam Syafi’i juga layak dianggap pelopor disiplin keislaman lainnya, seperti ilmu tafsir dan musthalah hadits. Terlahir dengan nama Muhammad ibn Idris, Imam Syafi’i tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan kritis. Memang ia sangat memuliakan dan mengagumi guru-gurunya. Namun, proses pencarian kebenaran yang gigih membawanya ke panggung ijtihad yang mandiri. Imam Syafi’i sukses membangun mazhabnya sendiri, terutama fiqih. Tak pelak, Imam Syaf’i pun berbeda pandangan dengan para pendiri mazhab fiqih lain, baik gurunya sendiri, Imam Malik; pendahulunya, Imam Hanafi; ataupun muridnya, Imam Hanbali. Soal qunut misalnya. Imam Hanafi dan Imam Hanbali tegas bahwa qunut tak sunnah pada sembahyang shubuh, kecuali pada sembahyang witir. “Dalam sembahyang shubuh, Nabi melaksanakan qunut hanya selama satu bulan. Setelah itu tidak,” dalihnya. Imam Syafi’i menolak pendapat ini. Dengan dalil yang tak kalah kuat, ia meyakini qunut shubuh juga berstatus sunnah. Sebagai ulama yang konsekuen, Imam Syafi’i tak putus membaca qunut shubuh sepanjang hidupnya. Selalu. Kecuali pada suatu hari yang aneh. Ya, saat itu Imam Syafi’i meninggalkan qunut shubuh. Perilaku ganjil yang sepintas tampak mengkhianati buah pikirannya sendiri ini terjadi di Baghdad, Iraq. Persisnya, di dekat sebuah makam. Mengapa? Ternyata Imam Syafi’i sedang menaruh hormat yang tinggi kepada ilmu dan jerih payah pemikiran ulama lain, kendatipun berseberangan dengan pahamnya. Karena di tanah makam di sekitar tempat ia sembahyang itu telah bersemayam jasad mujtahid agung, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit alias Imam Hanafi.

      Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/42965/ketika-imam-syafi039i-tidak-qunut

      Kisah ini bisa ditemukan salah satunya di kitab “at-Tibyân” karya Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari

  49. Abu ibrahim berkata:
    12/11/2019 pukul 21:14

    Admin nya Radikal, tidak bisa menerima saudara muslim lain nya, sepertinya sudah terasuki syiah Almajusi

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      15/11/2019 pukul 20:30

      Radikal adalah istilah untuk orang yg suka mengafirkan, mensyirikkan dan membid’ahkan sesama muslim. Kepada kelompok ini tidak boleh toleran harus dilawan.
      Kalau ada teman kamar kos anda jadi tukang onar apakah akan anda biarkan dan toleransi? Tidak. Harus diingatkan bahwa sikap dia itu salah. Itulah sikap kami pada Wahabi dkk.

    2. Ade berkata:
      26/01/2020 pukul 14:15

      Saya blm pernah dengar ustadz salary mengkafirkan orang…hati2 min berbalik ke diri sendiri.na’udzubillah

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      01/02/2020 pukul 14:52

      Makanya, jangan cuma mengandalkan ustadz. Silahkan baca karangan Muhammad bin Abdul Wahab langsung. Dialah pendiri Wahabi Salafi. Terutama baca kitab At=Tauhid. Apabila tidak bisa kitab berbahasa Arab karya Bin Abdul Wahab, silahkan baca kutipannya di sini: https://www.fatihsyuhud.net/10-pembatal-keislaman-wahabi-1-syirik/

  50. Ummi Rasyid berkata:
    07/11/2019 pukul 22:52

    Jadi makin tau, mana ajaran Wahabi dan ngga, tapi jujur kok saya cenderung milih ke Wahabi ya, perasaan Wahabi ga ngajarin terorisme deh, kami saling menghormati 1 sama lain. Tapi entah mengapa pesantren Wahabi mahal biaya nya udah hampir sama kaya kuliah saja, kecuali yg yatim dan piatu, jadi sepertinya pesantren salaf Wahabi identik dg ekonomi ke atas. Tapi secara pendidikan emang baik sih serta kualitasnya, beda Ama pesantren NU nusantara. Ngeri juga sih anak ku diajarin ngalap berkah ke makam2 tahlilan yg diada adakan ikut budaya nenek moyang Indonesia. Tapi ga mau juga anak dapat doktrin radikal. Intinya kembali kepemahaman sunna salafusaleh aja deh. Punya IMTAQ

    1. Haidar Trisna Tanaya berkata:
      20/12/2019 pukul 23:23

      Nah mondok di ponpes Muhammadiyah saja…insyaallah tidak terjebak bid’ah syirik dan churofat

  51. Abu Shafa berkata:
    03/11/2019 pukul 05:38

    Alhamdulillah terima kasih admin.. sudah ditunjukkan nama2 pesantren yang asli ahlussunnah namun diejek dengan nama wahabi, yg bersih dari syirk, kurafat, bid’ah… pas lg nyari pesantren utk mondokkin anak2.. semoga kita semua Allah tunjukkan jalan yang lurus yang diridhoi-Nya.. aamiin

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      08/11/2019 pukul 10:59

      Alhamdulillah memang itu salah satu tujuan kami. Yg Wahabi biar tetap mondok ke pondok Wahabi. Yg Aswaja biar tetap mondok ke tempat Aswaja. tidak ada yg terjebak ke pondok yg tidak diinginkan.

  52. Fadly berkata:
    26/10/2019 pukul 17:39

    Trus pondok alfatah temboro termasuk golongan pondok apa?

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      27/10/2019 pukul 07:51

      Secara harakah/manhaj dakwah termasuk pondok jamaah tabligh
      Secara sistem gabungan salaf dan modern karena ada sekolah formalnya juga ada madrasah diniyahnya.

  53. Wawan berkata:
    20/10/2019 pukul 22:01

    Alhamdulillah…
    Sekarang masyarakat pada tahu mana ajaran yg sesuai dan mana syari’at2 yg di buat buat orang2 belakangan, yg blm yakin Alloh ridlo dan menerima.
    Dan ternyata ponpes Salaf semakin tersebar keseluruh negeri,mencerdaskan pola pikir islam yg sebenarnya dan semoga berkah Alloh teruntuk dakwah Salaf ini yang mereka menjuluki Wahabi. Mukmin yg lurus tidak suka menjuluki dgn mongolok olok.

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      24/10/2019 pukul 18:27

      Ponpes Salaf punya NU. Punya Wahabi disebut ponpes Salafi. Sekedar mengingatkan.

      Tentang istilah Wahabi, itu bukan mengolok2, tapi penghormatan. Bin Baz sendiri suka dg panggilan Wahabi itu. Baca: https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/

      Sekarang pelindung dan pendana Wahabi, yakni kerajaan Arab Saudi, mulai mengakui kesalahan Wahabi dan mulai menghantam kelompok ini. Kami ikut prihatin dg masa depan ajaran Wahabi ini.

    2. s.hadi berkata:
      28/10/2019 pukul 13:05

      Pondok kuwi dunya, akhirote kuwi ngaji (Pondok itu duniawi kalau mengaji itu baru ukhrowi) tentunya mengaji kepada guru/kyai/syeikh yang mutawatir sanad keilmuannya sampai Rosulullah saw. ~> kurang lebih dawuh Allahu yarham KH. Maimun bin Zubair bin Dahlan Sarang Rembang.
      lanjutkan min @Pondok Pesantren Al-Khoirot :)

  54. Muhammad Hariadi berkata:
    19/10/2019 pukul 17:21

    Alhamdulillah, terimakasih sebesar2nya untuk penulis. Bagi saya yg awam, sangat membuka wawasan. Apalagi inn syaa Allah, saya ingin menempatkan dua anak saya ke pesantren aswaja pada tahun depan. Kuatir salah menempatkan, kelak saya sebagai ayah akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
    Semoga rahmat Allah selalu menaungi kita semua. Aamiin

  55. indra siregar berkata:
    17/10/2019 pukul 09:07

    Alhamdulillah dari tulisan ini semakin tampak kejumudan kaum bidah hasanah, lihatlah sanad keilmuan mbah hasyim pendiri NU yg diperoleh sampai ke Wasil bin Atha seorang pendiri sekte Mu’tazilah sedangkan yg dijuluki wahabi para ulamanya sanadnya nyambung ke rasulullah mereka hanya beribadah berdasarkan pendapat ulama dengan dalil yang kuat

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      24/10/2019 pukul 18:35

      Anda tidak mengerti apa itu sanad. Wahabi baru ada abad 18 masehi sedangkan Rasulullah pada Abad ke-7. Sehingga sanad Wahabi terputus dari Rasulullah selama 11 abad. Itulah sebabnya ulama Aswaja dunia menganggap golongan ini sesat. Baca detailnya: https://www.fatihsyuhud.net/islam/

    2. Haidar Trisna Tanaya berkata:
      20/12/2019 pukul 23:24

      Bagaimana dengan K.H.Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah yang terinspirasi pada gerakan dan pemikiran wahabi?mau ngatain Muhammadiyah sesat?

    3. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      22/12/2019 pukul 06:06

      Mengapa masih bertanya?

  56. misbahul berkata:
    16/10/2019 pukul 05:38

    Alhamdulillah,,saya semakin makin paham dengan dengan ajaran sesuai dengan tuntunan As-sunnah,,,bukan ajaran tradisi atau budaya ( Bid;ah ) ,,,..mohon admin jangan asal tulis anda perlu belajar dulu,,,,

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Hujuraat [49]: 11)

    1. Vicky berkata:
      03/01/2020 pukul 06:25

      makjleb banget. Langsung pake dalil. Sampe admin nya ga bales komen. Syukron ya. 🙏🏻🙏🏻

    2. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      03/01/2020 pukul 09:15

      Silahkan baca artikel2 berikut agar tercerahkan:
      – https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/
      – https://www.fatihsyuhud.net/islam/ (Wahabi Salafi tidak diakui sebagai bagian dari Ahlussunnah Wal Jamaah)
      – https://www.fatihsyuhud.net/kesalahan-konsep-tauhid-rububiyah-wahabi-salafi/ (Mengklaim anti bid’ah, tapi justru berbid’ah di masalah akidah yg sangat prinsip)

  57. Evan berkata:
    13/10/2019 pukul 05:17

    Alhamdulillah semakin yakin dengan ajaran wahabi….
    Mksh admin, semoga Allah memberikan mu hidayah kepada agama wahabi…

    1. Fikri Alwan Kurniawan berkata:
      07/05/2020 pukul 01:28

      Admin web ini tidak akan mengikuti pemahaman kalian. Karena kami akan memperjuangkan organisasi NU sampai titik darah penghabisan. 😊

  58. abdulloh berkata:
    10/10/2019 pukul 19:57

    Jadi ragu sama pondok ini yg sukanya jelek2 in pondok lain, apalagi mudah ngomong wahabi
    dari tulisan admin para pembaca bisa melihat mana pondok yg baik dan mana pondok yg tidak
    intinya pondok gontor aja yg sudah melahirkan santri2 nya yang notabene sudah bisa dilihat kiprahnya di indonesia ini tidak pernah menjerlek2 kan pondok lain apa lagi gampang ngomong wahabi
    semoga coment saya di tampilkan dan mendapat tanggapan dari admin

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      12/10/2019 pukul 11:04

      Kami tidak menjelek2an. Hanya mengabarkan apa adanya. Hal ini penting dilakukan agar setiap calon santri pergi ke pesantren sesuai dg tujuannya.

      Calon santri Wahabi agar pergi ke pondok Wahabi. Calon santri Aswaja agar belajar di pondok Aswaja. Demikian seterusnya.

      Ada banyak kasus, santri NU salah masuk ke pondok Wahabi dan menyesal. Demikian juga sebaliknya, ada sebagian orang Wahabi yg salah masuk pondok Salaf (NU).

  59. BudI berkata:
    10/10/2019 pukul 09:43

    Mohon update pesantren dan sekolah salafi Atau yang anda sebut wahabi.

  60. puji berkata:
    05/10/2019 pukul 23:47

    Terima kasih, info yang sangat bermanfaat terutama untuk saya yang awam tentang ponpes. Mengenai tanggapan dan kesimpulan,,marilah kita ambil sisi positifnya saja. Menurut saya penulis hanya ingun mengemukaan pendapat dan kajiannya

  61. Abdi Dalem berkata:
    17/08/2019 pukul 08:35

    sekedar sumbang saran. Saya muslim yang tinggal di Papua…
    dan artikel-artikel seperti ini sering dijadikan guyonan sama agama lain disini, kok bisa kita baku cakar sendiri sesama muslim

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      17/08/2019 pukul 21:14

      tidak perlu menyembunyikan perbedaan. Perbedaan adalah fitrah. Dalam Islam yg terpenting adalah menolerir perbedaan itu.

  62. UmmuSyifa berkata:
    13/08/2019 pukul 07:22

    Artikel itu tergantung siapa yg menulis. (Mesem). Semoga kita semua disatukan dlm tegak langkah lurus. Aamiin

  63. Rizal berkata:
    27/07/2019 pukul 16:46

    dulu dimadrasah, belajar sifat 20 tapi juga belajar tauhid uluhiyah, dst. Saya ga paham kenapa itu salah.

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      28/07/2019 pukul 13:27

      Lihat: https://www.fatihsyuhud.net/tauhid-uluhiyah-dan-auto-syirik/

  64. ridwan berkata:
    20/07/2019 pukul 08:24

    wahabi kurang soban, dan sombong….
    mau bukti !!!

    1. Hamba Allah berkata:
      24/08/2019 pukul 21:47

      Maksudnya?

  65. Suer berkata:
    13/07/2019 pukul 14:57

    Semoga Allah karuniakan kepadamu dan kepadaku hidayah, agar dipahamkan ajaran Islam yang benar-benar hak.

  66. omang berkata:
    09/07/2019 pukul 21:21

    ciri ciri pon pes ahlusyirik wal bid’ah ya kayak yg buat artikel ini

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      11/07/2019 pukul 15:06

      Silahkan baca akar kesalahan akidah Wahabi Salafi: https://www.fatihsyuhud.net/kesalahan-konsep-tauhid-rububiyah-wahabi-salafi/

    2. Nur berkata:
      15/09/2019 pukul 12:05

      Setuju

  67. Anisah berkata:
    25/06/2019 pukul 22:48

    Pokoknya ponpes yg pk nama Ma’had atw ponpes pk nama para sahabat nabi itu punya Wahabi

  68. Syaiful berkata:
    21/06/2019 pukul 18:38

    Di pondok modern memang sanksi selalu menyertai manakala santri melakukan kesalahan. Ini semata2 untuk memberikan rasa tanggung jawab dan efek jera kpd yang bersangkutan. Tapi hukuman nya bukan dengan kekerasan. Melainkan hukuman yang bersifat mendidik, seperti menghafal kosa kata arab/inggris, mahfudzoh atau yang lain. Memang ada beberapa hukuman berupa hukuman fisik, seperti lari , push up dll. Tapi semua itu masih dalam rangka pendidikan. Karena salah satu tujuan pendidikan di Gontor menciptakan generasi sehat dan kuat.

    Sepertinya banyak orang salah persepsi tentang pendidikan dan pengajaran di Gontor.

    Termasuk senioritas juga tidak seperti yang dibayangkan. kara senior tidak dipakai di Gontor. Kakak kelas atau biasa dipanggil Al-Akh berkewajiban mendidik adik2 nya dg baik dan penuh tanggungjawab.

    .

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      24/06/2019 pukul 16:08

      Yg anda lihat (tidak ada kekerasan) itu fenomena terkini setelah sering diprotes. Dulu tidak seperti itu. Tanya saja pada santri senior yg mondok 20 atau 30 tahun lalu.
      Tidak perlu membela berlebihan kalau tidak tahu gambaran utuhnya.

      Soal prilaku, anda tidak akan bisa membandingkan kalau belum datang ke kedua tempat yg disebut (salaf dan modern). Coba anda datang ke pondok Salaf seperti Sidogiri (Pasuruan, Jatim), berinteraksilah dg para santri di sana, maka anda akan mengerti apa yang dimaksud dalam tulisan di atas.

  69. syaiful berkata:
    21/06/2019 pukul 15:23

    saya kok sanksi yaa, pondok modern kok seolah2 gak ada baiknya. semua kurang. anak saya di Gontor adabnya bagus.budi pekerti baik!

    1. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      21/06/2019 pukul 16:52

      Itu kesan anda saja.

    2. Syaiful berkata:
      21/06/2019 pukul 19:43

      kesan???

  70. testos berkata:
    14/06/2019 pukul 15:29

    gak usah sesak dadanya , santai aja, emang nyatanya wahabi gitu

  71. lelosutan berkata:
    08/06/2019 pukul 16:22

    Pantaslah mereka selalu teriak”ini bukan arab,ini indinesia”

  72. Irfan berkata:
    25/05/2019 pukul 06:32

    Subhanallah memang dri dulu sudah ada orang munafik yg katanya ikut rasululloh sholallahu slaihi salam tapi mencela beliau

  73. Wawan Abnan berkata:
    17/05/2019 pukul 17:29

    Terima kasih infonya, saya jadi tau dimana saja pesantren salafi yang di cap WAHABI, kebetulan saya niat memasukan anak saya ke pesantren tersebut.

  74. Dartaq berkata:
    26/04/2019 pukul 23:36

    Pondok darut taqwa ngembeh dlanggu mojokerto jatim. Pondok salafi

  75. HAMBA ALLAH berkata:
    17/02/2019 pukul 11:29

    artikel yang menyesakkan dada saya ketika membaca masalah wahabi…

    1. Hamba Allah berkata:
      24/08/2019 pukul 21:48

      Sama, akhi. Banyak fitnah yang dihadapi kita. Semoga Allah tunjukkan jalan yang sebenar-benarnya kepada kita semua

    2. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
      26/08/2019 pukul 04:20

      Selalu merasa difitnah. Tetapi fakta berdasarkan kitab2 yg ditulis pendiri menyatakan sebaliknya.

    3. Nur berkata:
      15/09/2019 pukul 12:07

      Sama dan ponpes ini ada du fanspage IKMAL di fb. Silahkan lihat sendiri isinya.

  76. Haji berkata:
    31/01/2019 pukul 23:03

    Di kota Bima ada pondok pesantren imam syafii itu aliran wahhabi

  77. Pondok Pesantren Al-Khoirot berkata:
    22/09/2018 pukul 04:15

    TES

Comments are closed.

Info Terbaru

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak
  • Kalender Pondok Pesantren Al-Khoirot 2026
  • Pondok Pesantren Kilat Mei 2026

Trending

Info Terkini

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak

Kosultasi Agama

  • Imam Mahdi menurut Hadits, Pandangan Ulama Aswaja dan Syiah
  • Hukum Muamalah (Transaksi Bisnis) dengan Kafir Harbi
  • Hukum Melempar Jumrah Hari Tasyrik di Pagi Hari Sebelum Tergelincir Matahari
  • Y-DNA Nabi Muhammad SAW Dan Konsekwensi Aqidah Umat Islam Jika Akui Baalwi Sebagai Keturunan Nabi Jalur Paternal
  • Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Pakar DNA Anatole A. Klyosov

Program

  • Tahfizh Al-Quran
  • Sistem Pendidikan
  • Madrasah Diniyah
  • Akidah Pesantren

RSS islamiy.com

  • Walisongo Bukan Ba’alwi menurut Manuskrip Abad 15-16
  • Kisah Ahistoris Heroisme Baalwi ala Riziq Syihab
  • Riziq Syihab 100% Bukan Keturunan Nabi
  • Daftar Nama Ulama yang Gagal Membantah Batalnya Nasab Habaib
  • Kitab Sullamut Taufiq Karya Siapa?

Copyright © 2026 Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Powered by PressBook Green WordPress theme