Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
Salah satu Mahaguru Ahmad Fatih Syuhud, pengasuh Al-Khoirot saat ini, adalah Maulana Mahbub ur Rahman An-Nadwi Al-Azhari (مولانا الشيخ محبوب الرحمن الندوي الأزهري). Fatih Syuhud berguru pada Maulana Mahbub dalam bidang hadits selama dua tahun dan mendapat ijazah sanad hadits Kutub at-Tis’ah (sembilan kitab hadits) dari beliau selain juga mendapat ijazah yang sama dari Maulana Abu Hasan Ali Nadwi.
Maulana Mahbubur Rahman dianggap sebagai salah satu ulama pendidik yang ikhlas, yang telah mengorbankan hidupnya demi menyebarkan agama dan ilmu, serta termasuk tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan keilmuan di India. Beliau menempuh pendidikan dasar di berbagai madrasah di beragama kota dan daerah, serta telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an pada usia 9 tahun di India.
Setelah itu, beliau datang ke Mekkah al-Mukarramah dan bergabung dengan Madrasah al-Shalatiyah.[1] Di sana, beliau menimba ilmu-ilmu syariat dan pengetahuan agama dari guru-guru dan ulamanya. Beliau tinggal di asrama madrasah hingga lulus dan meraih ijazah tingkat tinggi (al-Qism al-‘Ali). Kemudian, beliau dikirim melalui beasiswa madrasah tersebut ke Al-Azhar al-Syarif (Mesir) untuk menyelesaikan studi universitasnya.
Setelah menyelesaikan studi, beliau kembali ke India dan menetap di Kalkuta, lalu mengajar di Madrasah al-Aliyah Kalkuta dalam waktu yang lama, serta mengajar di berbagai madrasah dan masjid. Kemudian beliau pindah ke Lucknow, di Darul Ulum Nadwatul Ulama,[2] dan menjabat sebagai pengajar di berbagai departemen dan fakultas dalam waktu yang lama. Ratusan santri dari dalam maupun luar India telah belajar kepada beliau dan mengambil ilmu yang bermanfaat. Beliau terus menetap di Nadwatul Ulama sejak masa Samahatul Allamah Sayyid Abul Hasan Ali al-Hasani al-Nadwi hingga penyakit menghentikan aktivitas mengajar beliau.
Wafat
Telah berpulang ke rahmatullah di Lucknow, India, pada hari Senin, 5 Jumadil Ula tahun 1431 H bertepatan dengan tanggal 20 April 2010 M, Fadhilatus Syekh Mahbubur Rahman An-Nadwi al-Kiranwi al-Azhari dalam usia sekitar 92 tahun, setelah menderita sakit cukup lama di akhir hayatnya. Jenazah beliau dimakamkan pada hari Selasa di Lucknow setelah disalatkan pada waktu Ashar dengan imam Fadhilatus Syekh Sayyid Muhammad Rabi’ al-Hasani al-Nadwi (Sekretaris Jenderal Darul Ulum Nadwatul Ulama), serta dihadiri oleh ribuan santri, pengajar, dan ulama.
Footnote
[1] Madrasah al-Shalatiyah (Mekkah): Ini adalah madrasah bersejarah yang didirikan oleh ulama India di Mekkah, yang menjadi jembatan intelektual antara Nusantara, India, dan Timur Tengah. Banyak ulama besar Indonesia juga merupakan lulusan institusi ini.
[2] Nadwatul Ulama (Lucknow): Lembaga ini dikenal sebagai pusat moderasi Islam di India yang memadukan kedalaman ilmu klasik dengan wawasan modern. Hubungan beliau dengan Sayyid Abul Hasan Ali al-Nadwi menunjukkan kedudukan beliau di lingkaran elit intelektual Muslim dunia.
