Archive for Juli, 2006


Google Adsense Referral

Setelah diterima menjadi anggota afiliasi Google Adsense, maka langkah kedua adalah memasang kode/script di blog kita. Ada tiga program dalam Google Adsense yg dapat kita manfaatkan. Salah satunya adalah Adsense Referral di mana kita diperbolehkan untuk mempromosikan empat produksi Google di blog kita yaitu Google Picasa, Google Adsense, Google Adwords dan Google Firefox.

Keuntungan Adsense Referral: Apabila ada seorang pengunjung blog Anda yg mendaftar program Google Adsense atau Google Adwords dll melalui atau dg cara mengklik banner atau link di blog kita, maka keuntungannya sbb:

1. Google Adsense: Kita akan mendapat U$ 100 (seratus dolar) apabila pendaftar Adsense dari blog kita itu mendapat hasil U$ 100 yg pertama;
2. Google Adwords: Kita akan mendapat U$ 20 apabila pendaftar Adwords dari blog kita telah membelanjakan U$ 100 yg pertama.
3. Google Picasa: Kita akan mendapat U$ 10 cent sampai U$ 1 setiap kali ada yg mendownload program Google Picasa dg mengklik referral dari blog kita.
4. Google Firefox: Kita akan mendapat U$ 10 cent sampai U$ 1 setiap kali ada yg mendownload program Google Firefox dari blog kita.

Cara mengambil kode referral:

1. Log-in ke Google Adsense dg email dan password Anda.
2. Klik menu AdSense Setup.
3. Klik menu Referral
4. Ada dua pilihan di situ yaitu menu Wizard dan Single Page, untuk pemula biar mudah klik menu Single Page
5. Klik atau kasih tanda cek/tik di menu Google Adsense, dan pilih link atau gambar di bawahnya yg sesuai dg selera Anda kemudian kasih tanda tik/cek di gambar atau link tsb.
6. Di bagian paling bawah halaman ada menu Get Button Code, copy kode tsb dan pasang di blog Anda. Selesai.
7. Kasih tanda tik/cek di referral berikutnya yaitu Google Adwords, dan ulangi langkah nomor 5 dan 6. Begitu juga untuk Picasa dan Firefox.

Catatan:
1. Program Adsense Referral ini bisa dipakai untuk blog dalam bahasa apa saja, termasuk bahasa Indonesia.
2. Keempat produk di atas hanya boleh dipasang masing-masing satu untuk setiap produk dalam setiap blog. Jadi, dalam setiap blog maksimum cuma ada 4 (empat) produk referral.
3. Untuk Referral button dan link text lihat contohnya di sebelah kanan halaman ini (di bawah menu Site Feed). Adsense referral berbentuk button/banner, sedang yg lain (Adwords, Picasa dan Firefox) dalam bentuk text-link.

Pasang link http://afsyuhud.blogspot.com di sidebar blog Anda, Anda akan mendapat link balik (linkback) di blog populernya yg masuk peringkat TOP TEN blog Indonesia terbaik versi Majalah Tempo.

Artikel terkait seri tips, kiat dan cara membuat dan promosi blog:

1. Membuat Blog
2. Cara Praktis Promosi Blog (1)
3. Cara Praktis Promosi Blog (2)
4. Beasiswa Google Adsense
5. Kiat Membuat Abstraksi atau Read More! di Blogspot
6. Menu Arsip Pull-Down / tarik ulur
7. Permasalahan Posting Abstraksi atau Read More!
8. Pasang Foto di Profile Blogspot
9. Memaksimalkan Kerja Blogger atau Blogspot
10. Membuat Link di Posting & Window Baru
11. Aksesoris Blog
12. Apa itu Feed, RSS dan XML?
13. Technorati: Direktori blog, Tag & Bookmark Online
14. Promosi Blog: Google Sitemap
15. Mengapa Juwono Sudarsono nge-Blog
16. Cara Mendaftar Google AdSense
17. Google AdSense Referral
18. Aggregator Blog Indonesia
19. Membuat Link di Sidebar
20. Membuat Menu Pull-Down

Negara dan Politik Agama

Harian Duta Masyarakat, 15 Juli 2006

Oleh A. Fatih Syuhud
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Agra University, India

Apa yang akan dikatakan Michel Foucault tentang Iran dua dekade setelah Revolusi Islam? Foucault dan Iran terkesan dua nama yang tidak relevan. Tidak banyak yang tahu bahwa Foucault, salah satu filsuf paling berpengaruh abad ini, menulis tentang Iran. Pada musim gugur 1978, tak kala rezim Shah Mohammed Reza Pahlevi dalam detik-detik terakhir kekuasaan, Foucault mengunjungi Iran untuk membuat reportase peristiwa. Dia menulis tujuh artikel untuk harian Itali terkenal dan juga dalam bahasa Prancis. Tak banyak yang memperhatikan tulisannya sampai kumpulan tulisan Foucault soal Iran diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris pada Juni lalu.

Observasi Foucault seputar revolusi Islam di Iran akan mengejutkan banyak pengagum fanatiknya. Pemikir yang dikenal dengan analisa berbagai bentuk kekuasaan dalam masyarakat ini ternyata seorang pengagum berat revolusi Iran yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini.
Foucault menulis, “Sebagai pergerakan Islam, revolusi Iran dapat membakar seluruh kawasan, melengserkan berbagai rezim yang sangat tak stabil, dan dapat menggoncangkan rezim yang solid. Islam – yang bukan hanya sebuah agama, tetapi juga keseluruhan way of life, dan koheren dengan sejarah dan peradaban—memiliki peluang relatif besar untuk menjadi pengikat raksasa, pada level ratusan juta pemeluknya”. Pada poin ini, pendapatnya masih wajar. Opininya yang cukup polemis dalam konteks kekinian adalah ketika dia berargumen bahwa Islam sebagai sebuah agama yang memberikan penganutnya “sumber tak terbatas untuk melawan kekuatan negara”.

Setelah melakukan perjalanan di sepanjang jalan Teheran dan Qom, Foucault menulis bahwa dengan “pemerintahan Islam” tak satupun di Iran memaknainya sebagai sebuah “rezim politik di mana ulama (klerikal) akan memiliki peran sebagai pengawas atau pengontrol”. Bagi Foucault, pemerintahan Islam bermakna ganda: (a) asumsi kembali pada Islam pada era Nabi dan (b) pada waktu yang sama bergerak menuju masa depan gemilang. Berkaitan dengan politik pada sistem semacam itu, Foucault menulis “berbagai keputusan akan dibuat oleh mayoritas, pemimpin bertanggung jawab langsung pada rakyat, dan setiap individu—sebagaimana ditetapkan dalam Quran—harus tegas dan meminta pertanggungjawaban pemimpin yang memerintah”.

Apakah evaluasi Foucault ini berlaku di Iran saat ini atau di negara-negara Muslim di Timur Tengah? Secara faktual, di Iran, seperempat abad sejak Khomeini mengambil alih kekuasaan, Islam dipakai untuk memperkuat negara bukan memperlemahnya. Ayatullah Ali Khamenei, yang menggantikan Khomeini sebagai pemimpin tertinggi agama Iran 18 tahun lalu, memimpin sebuah negara di mana ulama (klerik) memiliki kekuasaan tertinggi dalam berbagai level pemerintahan. Dan di mana masyarakatnya diharuskan mengaplikasikan norma dan sikap sosial tertentu. Basij, pasukan milisi yang sering berpatroli di jalanan, memaksakan cara berpakaian dan berperilaku. Terdapat juga Pengawal Revolusi (Revolutionary Guards) yang loyal pada Khamenei yang selalu memata-matai pembangkang. Presiden Mahmud Ahmadinejad pernah aktif baik dalam Basij maupun Pengawal Revolusi.
Negara-negara Muslim di kawasan juga tidak lebih baik dalam segi kebebasan bergerak, berbicara dan berorganisasi. Catatan Arab Human Development Report (AHDR) yang dirilis pada April, yang dikompilasi oleh sejumlah akademisi dan tokoh civil society , menjadi indikasi kuat buruknya rezim berkuasa di kawasan. AHDR menyatakan, “Rezim otoritarian sangat membatasi kebebasan dan hak partisipasi politik dan civil society untuk menjamin tidak adanya oposisi yang bangkit menentang bentuk non-mandat rezim mereka.”

Pertanyaannya adalah seberapa jauh bentuk pemerintah Islam itu—yang mendapat dukungan antusias Foucault—bertanggung jawab atas dekadensi sosial-politik di kawasan? Para kontributor dalam AHDR tidak menjawab hal ini secara langsung. Tetapi mereka mengatakan bahwa kebebasan berekspresi dalam Islam itu ada. Sebagai contoh, mereka merujuk pada Quran yang mengatakan, “tidak ada paksaan dalam agama”, atau merujuk pada tradisi ijtihad (ekspresi interpretatif) yang mendukung otoritas ummah (bangsa) daripada faqih (ahli hukum Islam).

Kontributor AHDR lain menunjukkan bahwa Islam tidak harus sama persis dengan demokrasi. Pendapat ini mungkin merujuk pada Iran di mana kendati terdapat seleksi kandidat presiden oleh Dewan Pengawal (Guardian Council) dan sejumlah tuduhan pemalsuan suara dan tekanan, namun pemilu dilakukan dengan kampanye sengit dan partisipasi pemilih yang besar. Menurut sebuah estimasi, duapertiga dari 1.4 milyar Muslim seluruh dunia hidup di bawah pemerintahan demokratik yang terpilih langsung—Indonesia, Turki, Bangladesh dan Maroko—di mana kalangan Islamis menjadi pemain dominan.

Namun demikian, sejak lama Islam digunakan sebagai kekuatan represif bukan sebagai pembebas seperti yang terjadi di Iran dan negara Timur Tengah lain. Foucault mungkin membayangkan konsep-konsep prinsip ijtihad, ijmak (konsensus) dan syura (musyawarah) ketika dia merujuk pada pemerintahan Islam yang menggunakan struktur agama sebagai sumber kreasi politik. Sebagaimana Mahatma Ghandi, Foucault juga berbicara tentang pengenalan dimensi spiritual ke dalam kehidupan politik.

Apabila pemerintahan Islam, atau kalangan Islamis, hendak memenuhi ramalan atau harapan Foucault, mereka harus membebaskan rakyat kecil secara kultural, sosial dan politik, bukan malah menindas rakyat atas nama agama.[]

Google Adsense: Cara Mendaftar

Walaupun mendaftar di Google Adsense itu mudah, namun ternyata banyak juga yg ditolak pada saat register pertama kali; bahkan ada yg terus gagal sampai putus asa. Berikut sedikit saya urai langkah dan kiat serta trik step by step dalam mendaftar di Google Adsense.

1. Kunjungi http://google.com/adsense, ada tulisan Click Here to Apply –> klik.

2. Ada menu Website Information.
(a) Di Website URL, tulis alamat situs atau blog Anda. Contoh: http://kolom-mario.blogspot.com;
(b) Di Website language, pilih English (tak masalah walaupun blog Anda bahasa Indonesia).

3. Ada menu Contact Information:
(a) Account type, pilih “Individual”;
(b) Country or territory, pilih “Indonesia” atau negara mana saja yg Anda inginkan.
4. Payee name (full name), tulis nama lengkap Anda sesuai dg nama KTP atau rekening bank. Dan isi juga alamat lengkap rumah, telpon dan faksimil (yg ini tidak wajib) di kolom di bawahnya.

5. Di kolom Policies kasih tanda tik/cek semua kelima kotak yg ada sebagai tanda Anda setuju mengadakan perjanjian dg Google Adsense.

6. Di kolom “Login Information” isi dg alamat email yg akan dipakai untuk login/masuk ke account Google Adsense apabila nanti sudah diterima; jangan lupa passwordnya minimal 7 (tujuh) yg merupakan kombinasi antara huruf dan angka. Misalnya angkanya enam dan hurufnya satu atau sebaliknya huruf sebanyak enam plus angka satu.

Catatan: Kalau Anda punya email gmail, sebaiknya memakai gmail. Tapi email lain juga tidak apa-apa.

7. Periksa sekali lagi semua yg diisi, apabila beres, klik SUBMIT INFORMATION.
8. Selesai. Anda tinggal menunggu approval atau berita OK dari Google Adsense. Biasanya setelah dua sampai lima hari.

Pasang link http://afsyuhud.blogspot.com di sidebar blog Anda, Anda akan mendapat link balik (linkback) di blog populernya yg masuk peringkat TOP TEN blog Indonesia terbaik versi Majalah Tempo.

Artikel terkait seri tips, kiat dan cara membuat dan promosi blog:

1. Membuat Blog
2. Cara Praktis Promosi Blog (1)
3. Cara Praktis Promosi Blog (2)
4. Beasiswa Google Adsense
5. Kiat Membuat Abstraksi atau Read More! di Blogspot
6. Menu Arsip Pull-Down / tarik ulur
7. Permasalahan Posting Abstraksi atau Read More!
8. Pasang Foto di Profile Blogspot
9. Memaksimalkan Kerja Blogger atau Blogspot
10. Membuat Link di Posting & Window Baru
11. Aksesoris Blog
12. Apa itu Feed, RSS dan XML?
13. Technorati: Direktori blog, Tag & Bookmark Online
14. Promosi Blog: Google Sitemap
15. Mengapa Juwono Sudarsono nge-Blog
16. Cara Daftar Google AdSense
17. Google AdSense Referral
18. Aggregator Blog Indonesia
19. Membuat Link di Sidebar
20. Membuat Menu Pull-Down